abadinews.id,Jember – Gelombang perlawanan warga kembali menguat. Masyarakat Jember Selatan bersama sejumlah elemen organisasi sipil menyatakan sikap tegas terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PT Imasco melalui agenda Konsolidasi Akbar yang akan digelar pada Minggu, 26 April 2026.
Baca Juga: Tak Terbendung! Konsolidasi 12 Desa Meledak,MAKI Jatim & Laskar Jahanam Ultimatum Tutup Imasco
Kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapangan Voli Kapuran, dan diperkirakan akan dihadiri ratusan hingga ribuan warga dari berbagai desa terdampak di wilayah Jember Selatan. Konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan suara rakyat dalam memperjuangkan hak-hak dasar yang dinilai selama ini terabaikan.
Dalam pernyataan sikapnya, warga menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, menuntut lingkungan hidup yang sehat, menyusul kekhawatiran atas dugaan pencemaran dan kerusakan ekosistem akibat aktivitas industri. Kedua, mendesak perbaikan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan parah, yang disebut-sebut dipicu oleh lalu lintas kendaraan berat perusahaan. Ketiga, meminta realisasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang adil dan berpihak kepada masyarakat terdampak.
Aksi ini tidak berdiri sendiri. Konsolidasi akbar tersebut mendapat dukungan dari berbagai organisasi, di antaranya MAKI Jawa Timur,yang bersama-sama menyuarakan kepentingan rakyat. Selain itu, keterlibatan Laskar Jahanam Jember turut memperkuat gerakan akar rumput dalam menggalang solidaritas warga.
Baca Juga: Refleksi Kasus ESDM Jatim: Momentum Perbaikan dan Penguatan Integritas Aparatur
Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) korwil Jawa Timur Heru menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan serta masa depan generasi mendatang. “Kami tidak akan diam saat desa kami dirusak. Ini adalah perjuangan untuk hak hidup yang layak,” tegasnya.
Lebih lanjut, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas industri yang dinilai merugikan warga. Transparansi, penegakan hukum, serta keberpihakan kepada rakyat menjadi tuntutan utama yang terus digaungkan.
Baca Juga: MAKI Jatim Soroti Dugaan Korupsi ESDM Jatim, Sebut Masalah Sudah Sistemik
"Dengan mengusung semangat “Save Jember Selatan”, konsolidasi ini diharapkan menjadi titik awal gerakan yang lebih besar dan terorganisir dalam memperjuangkan keadilan lingkungan dan sosial.Ucap Heru
“Jangan diam saat desamu dirusak!” menjadi seruan bersama yang menggema, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bergerak, dan memperjuangkan hak-haknya.(Red)
Editor : Redaksi