abadinews.id, Jember - Gelaran “Jatim Specialty Coffee, Tobacco dan UKM/UMKM Fest Vol 3” resmi dimulai pada Jumat (15/5/2026) di Alun-Alun Jember, Jawa Timur. Event tahunan yang menjadi wadah promosi kopi, tembakau serta produk unggulan UMKM tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai instansi pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat umum.
Baca juga: Heru Satriyo Apresiasi Terpilihnya Dhima Akhyar sebagai Direktur PDP Kahyangan
Pembukaan festival diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Suasana penuh semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai dimulainya festival yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan tersebut.
Ketua panitia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Jatim Specialty Coffee & Tobacco 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan maupun kendala teknis selama kegiatan berlangsung.
“Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya event ini. Kami juga memohon maaf apabila ada kesalahan teknis selama pelaksanaan kegiatan,” ujarnya.
Dalam laporannya, panitia menyebutkan bahwa total terdapat 40 stan atau booth yang ikut meramaikan festival. Sebanyak 13 stan diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sedangkan 28 stan lainnya diisi oleh pelaku UMKM lokal dari berbagai sektor usaha.
Menurut panitia, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan naik kelas.
“Alhamdulillah dengan terselenggaranya event ini kita masih bisa membantu UMKM lokal berkembang dan naik kelas,” ungkapnya.
Selain menghadirkan pameran produk unggulan, panitia juga menyiapkan berbagai agenda pendukung yang menarik perhatian masyarakat. Di antaranya lomba karaoke antar OPD yang digelar pada Jumat sore hingga malam hari serta kegiatan fun run yang akan dilaksanakan pada Minggu mendatang dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.200 orang.
Panitia pun menargetkan jumlah pengunjung festival selama pelaksanaan kegiatan dapat menembus lebih dari 4.000 orang.
Sementara itu, Ketua LSM MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah berkembang menjadi agenda tahunan yang mendapat perhatian besar dari Pemerintah Kabupaten Jember maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, Kabupaten Jember memiliki potensi besar sebagai episentrum kopi dan tembakau nasional karena didukung kualitas hasil perkebunan yang unggul serta kekuatan pelaku UMKM lokal yang terus tumbuh dan berkembang.
Baca juga: Viral! Oknum DPRD Jember Diduga Asyik Main Game Saat Rapat Stunting dan Kematian Bayi
“Kalau berbicara episentrum kopi dan tembakau, maka Jember adalah daerah yang sangat layak. Ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat,” kata Heru Satriyo.
Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Jawa Timur yang berhalangan hadir karena harus bertolak ke Jakarta untuk persiapan ibadah haji. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur disebut tetap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kopi dan tembakau di Kabupaten Jember.
Heru Satriyo turut mengapresiasi keterlibatan sejumlah OPD Pemprov Jatim yang ikut berpartisipasi dalam festival tersebut, mulai dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Peternakan hingga Dinas Koperasi dan UKM.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi langkah strategis dalam membantu UMKM agar mampu berkembang lebih luas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Melalui kolaborasi ini akhirnya 28 pelaku usaha bisa mengikuti pameran secara gratis. Ini bentuk dukungan nyata kepada UMKM,” tegasnya.
Baca juga: Kepala SMAN 7 Surabaya Klarifikasi Mekanisme Pemilihan Komite Sekolah dan Penggunaan Dana Komite
Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tersebut murni bertujuan untuk mendukung pengembangan UMKM dan tidak berorientasi pada keuntungan pribadi maupun organisasi tertentu.
“Kegiatan ini adalah karya bersama untuk masyarakat dan pelaku usaha UMKM. Kami ingin harmonisasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Heru Satriyo kembali mengingatkan harapan besar agar program “Surga Kopi Indonesia” yang pernah disampaikan Bupati Jember pada pelaksanaan festival sebelumnya dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap launching Surga Kopi Indonesia di Jember benar-benar bisa terwujud sehingga semakin menegaskan bahwa Jember merupakan episentrum kopi dan tembakau Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai penutup rangkaian acara pembukaan, dilakukan penyerahan cenderamata kepada sejumlah pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Penyerahan cenderamata dilakukan langsung oleh Heru Satriyo selaku Koordinator MAKI Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas dukungan terhadap pengembangan UMKM, kopi dan tembakau di Kabupaten Jember.(Red)
Editor : Redaksi