abadinews.id, Sidoarjo - Badan Karantina Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro.Jumat(8/6/26)
Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam mendukung Jawa Timur sebagai gerbang baru konektivitas logistik dan ekonomi nasional yang menghubungkan wilayah Indonesia Barat dan Timur, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan distribusi antarpulau.
Baca Juga: Karantina Jatim Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur Sokhib, S.Pi.,M.P..menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengoperasian kembali instalasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan karantina terpadu ini berawal dari nota kesepahaman antara Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Mei 2013 dan diresmikan pada 2014. Setelah terbentuknya Badan Karantina Indonesia, kerja sama kembali diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Badan Karantina Indonesia dan Gubernur Jawa Timur pada Juli 2025.
Selanjutnya, proses pelimpahan aset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dilakukan pada Maret 2026 dan instalasi karantina terpadu mulai beroperasi kembali pada 30 Maret 2026. Berdiri di atas lahan sekitar 2,8 hektare, fasilitas tersebut dinilai memiliki sarana yang memadai untuk mendukung layanan karantina terpadu bagi hewan, ikan, dan tumbuhan.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif, mulai dari Badan Karantina Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Jatim Grha Utama, instansi terkait hingga para mitra karantina. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu,Kepala Badan Karantina Indonesia (Baratin) Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur merupakan yang pertama di Indonesia. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut bertujuan untuk memperkuat perlindungan sumber daya hayati, baik yang keluar masuk antarnegara maupun antarpulau.
Baca Juga: Ketahanan Pangan Diperkuat, Barantin Hadirkan Ternak Berkualitas dari Australia
“Di sini ada layanan untuk tumbuhan, hewan, ikan dan lainnya yang dijadikan satu tempat sehingga prosesnya lebih mudah, efektif, efisien, dan tidak berbelit-belit. Dwelling time bisa ditekan sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan murah bagi para pelaku usaha,” kata Karding.
Ia menambahkan, konsep karantina terpadu diharapkan mampu menghadirkan pengawasan dan perlindungan maksimal sekaligus pelayanan optimal bagi masyarakat dan dunia usaha.
Karding juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas dukungan penuh terhadap pembangunan instalasi tersebut, termasuk penyediaan lahan strategis dan pembangunan akses jalan menuju lokasi.
Baca Juga: Barantin Pastikan Layanan Karantina Sesuai Aturan dan Transparan
“Kalau Badan Karantina harus membeli lahan lima hektare di lokasi strategis seperti ini tentu sangat sulit. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang telah membantu menghadirkan fasilitas ini,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur, pemerintah berharap distribusi perdagangan, ekspor-impor, dan logistik antarpulau di Jawa Timur semakin berkembang serta memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha.(Red)
Editor : Redaksi