abadinews.id,Tulungagung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global melalui pelepasan peserta Program Magang Kerja Luar Negeri bagi murid SMK dan alumni pekerja migran di Tulungagung, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga: Disdik Jatim dan Universitas Kepanjen Teken MoU, Perkuat Pendidikan Berdampak di Kabupaten Malang
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai rangkaian kunjungan kerja dan peresmian revitalisasi, rehabilitasi, serta pembangunan prasarana SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Dalam agenda tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai serta Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh semangat dan haru. Khofifah secara langsung memasangkan jaket kepada para peserta program yang terdiri dari tujuh putra dan tiga putri sebagai simbol kesiapan generasi muda Jawa Timur untuk memasuki dunia kerja internasional dan membawa nama baik daerah maupun bangsa di kancah global.
Dalam program tersebut, para peserta akan diberangkatkan ke berbagai negara tujuan strategis yang selama ini menjadi pusat kebutuhan tenaga kerja terampil dunia, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Uni Emirat Arab hingga Arab Saudi. Negara-negara tersebut dinilai memiliki peluang besar bagi lulusan vokasi yang memiliki kompetensi teknis, disiplin kerja, dan kemampuan adaptasi tinggi.
Khofifah menyampaikan bahwa program magang kerja luar negeri menjadi bagian penting dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri global. Menurutnya, lulusan SMK tidak hanya harus siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di pasar internasional.
“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang. Anak-anak SMK Jawa Timur harus percaya diri, memiliki kompetensi, karakter, disiplin dan etos kerja yang kuat sehingga mampu bersaing di tingkat global,” ujar Khofifah.
Baca Juga: Kadindik Jatim Tinjau Pameran Karya Pendidikan di Malang, Apresiasi Inovasi Murid dan Guru
Ia menambahkan, keberangkatan peserta magang kerja luar negeri tersebut juga menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur terus mengalami kemajuan signifikan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, lembaga pelatihan, serta mitra internasional agar peluang kerja bagi lulusan SMK semakin luas.
Data tahun 2026 menunjukkan tingginya minat dan kesiapan lulusan SMK untuk mengikuti program kerja luar negeri. Dari wilayah Tulungagung saja tercatat sebanyak 898 pelajar SMK mengikuti program magang kerja dan penempatan luar negeri.
Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur, jumlah peserta mencapai 4.920 siswa dan lulusan SMK. Rinciannya, sebanyak 3.186 peserta mengikuti program magang kerja luar negeri dan 1.734 lulusan SMK kembali bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Baca Juga: Sekretariat Wapres RI Kunjungi Dispendik Jatim, Soroti Pemanfaatan Interactive Flat Panel di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut bahwa peningkatan jumlah peserta setiap tahun menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kompetensi, pengalaman internasional, dan penguatan karakter generasi muda.
“Ini bukan hanya soal bekerja di luar negeri, tetapi bagaimana anak-anak SMK Jawa Timur mampu belajar budaya kerja global, meningkatkan keterampilan, dan kembali membawa pengalaman berharga untuk kemajuan daerah,” ungkap Aries.
Momentum pelepasan peserta magang kerja luar negeri ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur terus bergerak maju secara berkelanjutan dalam menyiapkan generasi unggul, adaptif, profesional, dan siap menjawab tantangan dunia industri internasional di era persaingan global.(Red)
Editor : Redaksi