Karantina Jatim Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Dilindungi

Reporter : Dani

abadinews.id,Surabaya - Tim Karantina Jawa Timur (Jatim) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 16 ekor burung maleo dan 6 ekor rangkok asal Makasar. Satwa dilindungi ini dilalulintaskan ke wilayah Jawa Timur menggunakan kapal Dharma Kencana 7, tanpa disertai sertifikat kesehatan hewan karantina dan dokumen pendukung lainnya, Minggu (3/5).

 

Baca juga: Ketahanan Pangan Diperkuat, Barantin Hadirkan Ternak Berkualitas dari Australia

Kepala Karantina Jatim, Sokhib menyampaikan kronologis penangkapan oleh tim Penegakan Hukum (Gakkum) dan tim satuan pelayanan karantina Pelabuhan Tanjung Perak, mencurigai adanya pergerakan upaya penyelundupan dengan menggunakan mobil. 

 

"Tim kami akhirnya berhasil mengamankan sopir dan kendaraan yang membawa media pembawa tersebut, selanjutnya dilakukan penyidikan dan meminta keterangan sopir kendaraan dilokasi," ujarnya

 

Lebih lanjut, Sokhib menjelaskan tim Gakkum Karantina Jatim langsung melakukan koordinasi dengan Polda Jawa Timur, untuk dilakukan penyidikan multidoors dengan Satuan Kriminal Khusus Polda Jawa Timur.

Baca juga: Barantin Pastikan Layanan Karantina Sesuai Aturan dan Transparan

 

"Penegakkan hukum terhadap penyelundupan kasus ini, akan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Hal ini merupakan upaya untuk menimbulkan efek jera, serta mencegah penyelundupan dan melestarikan keanekaragaman hayati yang hampir punah, apalagi satwa yang diselundupkan tersebut merupakan burung yang dilindungi dan lalu lintasnya wajib disertai dengan Sertifikat Kesehatan Hewan Karantina dan SAT-DN," tutup Sokhib.

 

Baca juga: Karantina Jawa Timur Gagalkan Penyelundupan Enam Ekor Kuda Pacu di Pelabuhan Tanjung Wangi

Burung maleo sendiri merupakan burung endemik asli Sulawesi. Burung ini mempunyai kebiasaan unik yaitu tidak mengerami telurnya sendiri melainkan menguburnya dalam pasir panas atau tanah vulkanik untuk proses menetaskan telurnya.(Red)

 

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru