abadinews.id,SURABAYA, 12 Juni 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem logistik nasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (10/6) tersebut menjadi wadah dialog konstruktif antara operator terminal dan pelaku usaha logistik untuk membahas berbagai peluang peningkatan efisiensi layanan serta penguatan daya saing logistik Jawa Timur.
Baca Juga: Efisiensi EAZI Dongkrak Kinerja TPK Nilam, Volume Petikemas Mei 2026 Tembus Rekor Tertinggi
Forum yang dihadiri oleh jajaran manajemen PT Terminal Teluk Lamong dan pengurus DPW ALFI/ILFA Jawa Timur tersebut membahas berbagai isu strategis yang dihadapi industri logistik, sekaligus mengevaluasi berbagai program transformasi layanan yang telah dijalankan oleh TTL.
Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di Indonesia Timur, PT Terminal Teluk Lamong mencatat arus petikemas konsolidasi sebesar 2,19 juta TEUs sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pengguna jasa terhadap kualitas layanan TTL sekaligus memperkuat peran perusahaan sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional dan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, TTL memaparkan sejumlah transformasi layanan yang telah diimplementasikan guna meningkatkan efisiensi operasional terminal. Salah satunya melalui penerapan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026 yang mengatur kedatangan truk berdasarkan slot waktu operasional empat jam. Sistem ini mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata sehingga utilisasi peralatan terminal menjadi lebih optimal serta mengurangi potensi kepadatan di area gate maupun lapangan penumpukan.
Sebagai bagian dari transformasi digital dan peningkatan layanan kepada pengguna jasa, TTL juga menghadirkan Green Shelter Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 truk. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan mushola, toilet, klinik, ruang induksi keselamatan, serta minuman gratis yang dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi selama menunggu jadwal pelayanan. Kehadiran fasilitas ini turut mendukung kelancaran operasional terminal sekaligus meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa.
Selain itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas dan kebutuhan logistik yang terus meningkat, TTL secara berkelanjutan melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan dan pengembangan layout yard yang lebih efektif. Langkah tersebut bertujuan memaksimalkan pemanfaatan area terminal tanpa mengurangi kelancaran proses bongkar muat, sekaligus mendukung percepatan arus barang dan penurunan dwelling time.
Dalam forum tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur turut menyampaikan sejumlah masukan konstruktif, antara lain peningkatan pengaturan slot pada sistem TBS, optimalisasi kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyampaian informasi kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR), pengembangan fitur notifikasi bagi pengguna jasa ketika truk memasuki area terminal, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor yang melibatkan para pemangku kepentingan terkait.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa seluruh usulan akan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan ke depan.
Baca Juga: Queensway Secondary School Singapura Kagumi Inovasi Green & Smart Port di PT Terminal Teluk Lamong
“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian dan evaluasi bersama stakeholder terkait agar implementasinya dapat berjalan efektif, memberikan manfaat bagi pengguna jasa, serta tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan kebijakan yang berlaku,” ujar David.
Lebih lanjut, David menegaskan bahwa keberhasilan transformasi layanan logistik tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara operator terminal, regulator, pelaku usaha logistik, pelayaran, serta asosiasi pengguna jasa.
“Transformasi layanan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kolaborasi dan masukan dari ALFI/ILFA memiliki nilai strategis bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelabuhan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan apresiasinya atas berbagai langkah strategis yang telah dilakukan oleh PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan logistik.
Baca Juga: TTL dan APTRINDO Bersatu Perkuat Arus Logistik Nasional Lewat Sistem Booking Terminal
Menurutnya, keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan para pelaku usaha logistik menjadi fondasi penting dalam menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.
“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, mulai dari implementasi Truck Booking System, penyediaan Green Shelter Waiting Area, hingga optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan. Forum seperti ini sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkala sebagai sarana evaluasi dan koordinasi bersama. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin tangguh, kompetitif, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Sebastian Wibisono.
Forum diskusi ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan PT Terminal Teluk Lamong dalam membangun ekosistem logistik yang semakin terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan.(Red)
Editor : Redaksi