Surabaya Sport Fashion Festival 2026 Padukan Sportwear, Wastra Nusantara dan Gaya Hidup Modern

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya – Kota Pahlawan kembali menunjukkan geliat industri kreatif melalui gelaran "Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026*yang resmi digelar pada 15-17 Mei 2026 di Ciputra World Surabaya. Festival yang memadukan dunia olahraga, fashion, budaya dan gaya hidup modern tersebut sukses menarik perhatian pecinta mode, pelaku UMKM hingga komunitas kreatif dari berbagai daerah.

 

Ajang yang digagas Vante Management bersama Ciputra World Surabaya itu hadir sebagai ruang kolaborasi baru bagi desainer lokal untuk mengeksplorasi tren sport fashion berbasis wastra Nusantara. Konsep ini sekaligus menjadi jawaban atas berkembangnya gaya hidup sehat dan kebutuhan busana olahraga yang tetap fashionable serta memiliki identitas budaya Indonesia. 

 

Hari pertama pelaksanaan SSFF 2026 berlangsung meriah dengan penampilan berbagai desainer dan brand lokal yang menampilkan karya sportwear inovatif di atas runway. Sejumlah nama yang turut ambil bagian di antaranya IMUZ by Imam Mustafa, N.A.R.I by Nano, Desain Fashion Tekstil Petra Christian University, Divabela x Aora, Namira Ecoprint, APPMI hingga Unerd Footwear yang mengusung konsep “running with your heart”. 

 

Creative Director SSFF, Arif Santoso, mengatakan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan busana, melainkan upaya menghadirkan identitas baru dalam industri fashion nasional melalui penggabungan unsur olahraga dengan kekayaan tekstil tradisional Indonesia.

 

Menurutnya, tren sportwear saat ini berkembang sangat pesat dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Karena itu, SSFF hadir untuk memberikan ruang bagi desainer lokal dan UMKM agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan karakter budaya Nusantara. 

 

Ia menjelaskan, penggunaan motif etnik dan wastra tradisional pada pakaian olahraga menjadi salah satu daya tarik utama festival tersebut. Selain menghadirkan estetika yang unik, konsep tersebut juga diharapkan mampu memperluas pasar produk fashion lokal hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

 

“SSFF menjadi ruang eksperimen kreatif yang mempertemukan tradisi dengan gaya hidup modern. Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Nusantara juga bisa tampil dinamis, sporty dan relevan dengan generasi muda,” ujarnya.

 

 

SSFF 2026 juga dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku UMKM lokal, khususnya produsen tekstil, ecoprint dan apparel olahraga untuk memperluas jejaring bisnis. Banyak produk lokal yang mendapat perhatian pengunjung karena berhasil memadukan kenyamanan sportwear dengan sentuhan budaya Indonesia yang khas.

 

Selain menjadi ajang promosi industri kreatif, pelaksanaan SSFF juga memperkuat posisi Surabaya sebagai kota penyelenggara event kreatif dan lifestyle terbesar di Jawa Timur. Festival ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian semarak Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang tahun ini mengusung berbagai konsep sportainment dan festival budaya.

 

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang pembukaan acara. Pengunjung memadati area festival untuk menyaksikan runway show, berburu produk fashion lokal hingga menikmati berbagai pertunjukan hiburan yang disajikan panitia.

 

Dengan konsep kolaboratif antara olahraga, fashion dan budaya, Surabaya Sport Fashion Festival 2026 diharapkan mampu menjadi agenda tahunan berskala nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal di Kota Surabaya. 

 

“Saya berbahagia karena hari ini kita diberi kesempatan untuk bisa berkumpul dalam acara yang sangat luar biasa ini bersama Arif. Menurut saya, selama ini orang memandang olahraga hanya soal prestasi, keringat, dan kompetisi. Namun ide kreatif seperti yang digagas Arif ini menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi dan keringat, tetapi juga mampu memunculkan identitas,” ujar Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom.

 

Menurutnya, pakaian atau fashion yang digunakan atlet maupun penggiat olahraga saat ini telah menjadi bagian dari identitas diri. Ia menilai perkembangan tren olahraga di masyarakat juga semakin luas, tidak hanya berfokus pada atlet profesional, tetapi juga komunitas olahraga yang terus tumbuh.

 

“Sekarang bicara olahraga bukan hanya atlet, tetapi juga penggiat olahraga. Kita lihat ada padel, pickleball, lari, dan berbagai aktivitas olahraga lain yang sekarang sudah sangat dekat dengan masyarakat. Hampir setiap hari kita temui di jalan maupun fasilitas olahraga,” katanya.

 

Arderio berharap event yang memadukan olahraga dan fashion seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi ruang kolaborasi positif bagi masyarakat olahraga di Surabaya.

 

“Semoga acara seperti ini bisa terus berkesinambungan, karena kita semua harus berolahraga. Kita perlu badan yang sehat, tetapi kita juga perlu identitas dalam berolahraga. Fashion dan gaya hidup bisa dibawa ke ranah olahraga, dan fashion punya tempat tersendiri di tengah masyarakat olahraga,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arderio juga membuka peluang kolaborasi antara penyelenggara event dengan KONI Surabaya untuk mendukung agenda olahraga yang lebih besar ke depan.

 

“Tadi saya juga sempat ngobrol dengan Mas Rinto. Insyaallah beliau nanti akan memegang Tour de Porprov. Kami ingin Tour de Porprov menjadi miniatur Porprov yang akan berlangsung sekitar September atau Oktober nanti. Mungkin Mas Arif, Mas Rinto, dan KONI bisa berkolaborasi agar masyarakat Surabaya melihat olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga bagaimana atlet dan penggiat olahraga bisa menunjukkan identitasnya melalui fashion,” jelasnya.(Red)

 

 

 

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal