abadinews.id, Surabaya - Kepala Dinas pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menerima kunjungan kerja dari Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia pada Senin (11/5/2026) guna membahas transformasi pendidikan digital di Jawa Timur melalui pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP) di satuan pendidikan.
Baca Juga: Disdik Jatim–BKKBN Perkuat Sinergi, Fokus Bangun Generasi Berkarakter dan Tahan Keluarga
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong modernisasi sistem pembelajaran di sekolah. Dalam agenda itu, berbagai aspek dibahas secara mendalam, mulai dari implementasi penggunaan IFP di ruang kelas, efektivitasnya dalam menunjang proses belajar mengajar, hingga strategi peningkatan literasi digital bagi guru dan peserta didik.
Aries Agung Paewai menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara soal pengadaan perangkat teknologi, namun juga kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara optimal dan berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan Interactive Flat Panel menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tantangan yang dihadapi sekolah dalam penerapan pembelajaran digital, termasuk pemerataan akses teknologi, kesiapan infrastruktur, hingga penguatan kompetensi guru agar mampu menghadirkan metode pembelajaran inovatif berbasis digital.
Baca Juga: Penguatan Kompetensi Guru Cyber Security, Dispendik Jatim Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Digital
Sekretariat Wakil Presiden RI memberikan perhatian terhadap langkah progresif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat digitalisasi pendidikan. Jawa Timur dinilai menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong integrasi teknologi di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.
Baca Juga: Aries Agung Paewai Tegaskan Pentingnya Program SIKAP bagi Siswa
Selain membahas penggunaan IFP, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun budaya literasi digital di kalangan pelajar agar teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat bantu belajar, tetapi juga mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa di era digital.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga guna menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun terus berkomitmen menghadirkan inovasi pendidikan demi mewujudkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.(Red)
Editor : Redaksi