abadinews.id, Surabaya - Polemik pemecatan guru yang belakangan menjadi perhatian publik turut mendapat sorotan dari anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut menilai persoalan dunia pendidikan harus disikapi secara bijak, transparan, dan mengedepankan asas keadilan demi menjaga marwah pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Lia Istifhama: Hari Buruh 2026 Sudah Saatnya Kebijakan Tegas Berpihak pada Pekerja
Menurut Ning Lia, setiap kebijakan yang diambil oleh otoritas pendidikan, khususnya terkait pemberhentian tenaga pendidik, harus melalui proses investigasi yang objektif serta mempertimbangkan berbagai aspek secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa guru merupakan elemen penting dalam pembangunan sumber daya manusia sehingga persoalan yang menyangkut profesi pendidik tidak boleh diputuskan secara tergesa-gesa.
“Pendidikan adalah pondasi utama bangsa. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan harus ditangani dengan hati-hati, profesional, dan terbuka agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan,” ujar Ning Lia.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dari pihak sekolah maupun instansi terkait agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh dan tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik. Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
Baca Juga: Anggota DPD RI Lia Istifhama Ucapkan Selamat Harlah ke-76 Fatayat NU: Berdaya, Berdampak, Mendunia
Selain itu, Ning Lia berharap seluruh pihak dapat menempatkan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama. Jangan sampai polemik internal justru berdampak pada proses belajar mengajar maupun psikologis siswa di lingkungan sekolah.
“Yang paling penting adalah bagaimana dunia pendidikan tetap berjalan dengan baik dan kondusif. Guru harus mendapatkan perlindungan hak, namun lembaga pendidikan juga harus menjaga disiplin dan profesionalisme,” tegasnya.
Baca Juga: Ning Lia :Hari Kartini 2026 Bukan Sekedar Ucapan,Tapi Aksi Nyata!
Ia pun mengajak semua pihak, baik pemerintah, sekolah, organisasi pendidikan, maupun masyarakat untuk menjadikan persoalan ini sebagai momentum evaluasi bersama dalam memperkuat sistem pendidikan yang lebih humanis, adil, dan berintegritas.
Ning Lia berharap penyelesaian polemik tersebut dapat dilakukan secara musyawarah dan mengedepankan nilai-nilai etika pendidikan, sehingga marwah dunia pendidikan tetap terjaga serta menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi guru maupun peserta didik.(Red)
Editor : Redaksi