Ning Lia :Hari Kartini 2026 Bukan Sekedar Ucapan,Tapi Aksi Nyata!

avatar abadinews.id

abadinews.id,Surabaya — Peringatan Hari Kartini 2026 kembali menjadi momentum refleksi bagi perempuan Indonesia untuk terus bergerak, berdaya, dan berkontribusi nyata di tengah perkembangan zaman. Anggota DPD RI Jawa Timur, Lia Istifhama, atau yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa semangat Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni dan ucapan semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi konkret, terutama di era digital saat ini.

 

Baca Juga: Wartawan Parlemen Apresiasi Lia Istifhama, Anugerahkan KWP Award 2026

Menurut Ning Lia, Kartini masa kini adalah perempuan yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan, pembuat solusi, dan pengambil keputusan yang berdampak luas di ruang digital maupun kehidupan nyata.

 

“Penguasaan teknologi harus dibarengi kecerdasan, etika, dan keberanian. Dengan begitu, perempuan Indonesia bisa menjadi Kartini masa kini yang memberi dampak nyata,” ujar Ning Lia dalam pernyataannya memperingati Hari Kartini 2026.

 

Ia menjelaskan, setidaknya ada tiga karakter utama yang harus dimiliki perempuan masa kini agar mampu menjawab tantangan zaman:

 

Pertama, aktif di ruang digital.

Perempuan harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berinovasi, menyampaikan gagasan, serta menciptakan solusi atas berbagai persoalan sosial. Keaktifan ini tidak sekadar eksistensi, melainkan kontribusi nyata sebagai penggerak perubahan.

 

Baca Juga: Senator Lia Istifhama Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi di Jawa Timur

Kedua, cerdas dan beretika.

Kemajuan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab moral. Ning Lia menekankan pentingnya literasi digital dan etika dalam berinteraksi di dunia maya, agar teknologi digunakan secara bijak dan tidak menimbulkan dampak negatif.

 

Ketiga, berani dan berdampak nyata.

Keberanian menjadi kunci bagi perempuan untuk mengambil keputusan strategis dan menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing. Perempuan diharapkan tidak ragu tampil di ruang publik dan memimpin dengan integritas.

 

Lebih lanjut, Ning Lia mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadikan semangat Kartini sebagai energi kolektif dalam membangun bangsa, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang semakin cepat.

 

“Ini bukan lagi soal simbol atau perayaan tahunan. Hari Kartini harus menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa,” tegasnya.

 

Dengan semangat emansipasi yang terus relevan, peringatan Hari Kartini 2026 diharapkan mampu melahirkan lebih banyak perempuan tangguh, cerdas, dan berdaya, yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal