Surabaya,abadinews.id — Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur menggelar kegiatan gathering dengan tema “Karantina, Pemda, dan Media Bersinergi: Menjaga Pintu Masuk, Menguatkan Ekspor di Gerbang Baru Nusantara.” Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam menjaga kesehatan hewan dan tumbuhan sekaligus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.Rabu(10/12/25)
Kepala Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur drh. Hari Yuwono Ady, M.Si menyampaikan bahwa penguatan sinergi lintas sektor sangat penting di tengah meningkatnya mobilitas komoditas pertanian, perkebunan, dan peternakan. “Kerja sama strategis antara karantina, pemerintah daerah, dan media adalah kunci menciptakan sistem pengawasan yang lebih kuat serta mendorong daya saing produk ekspor kita,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Penuhi Syarat, Komoditas Pertanian Impor Dimusnahkan
Kepala Balai Karantina Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa karantina tidak lagi dipandang semata-mata sebagai lembaga pencegah penyebaran penyakit, melainkan sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan bersama perwakilan dinas pertanian, peternakan, pelaku usaha, dan Bappeda Jawa Timur.
Karantina menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing komoditas Jawa Timur di pasar global. Dengan meningkatnya aktivitas perdagangan internasional, jaminan keamanan, mutu, dan ketelusuran produk menjadi faktor yang menentukan keberhasilan ekspor. "Tanpa pemenuhan standar SPS dan jaminan kesehatan komoditas, ekspor tidak hanya berisiko ditolak negara tujuan, tetapi juga dapat merusak reputasi Jawa Timur sebagai pemasok komoditas global," tegas Kepala Balai Karantina.
Data karantina menunjukkan bahwa beberapa komoditas mengalami penurunan nilai ekspor pada 2024–2025. Produk perikanan turun lebih dari 67%, sedangkan komoditas kopi menurun hingga 50%. Penurunan ini dipengaruhi oleh permintaan global yang melemah, persyaratan SPS yang ketat, ketidakpastian politik-ekonomi internasional, kenaikan biaya energi, serta persaingan ketat dari negara-negara seperti Vietnam dan Thailand.
Meski demikian, sejumlah komoditas Jawa Timur mencatat pertumbuhan signifikan, antara lain telur yang meningkat 90n tanaman hias yang tumbuh 80%. Peningkatan ini menandai transformasi struktur ekspor Jawa Timur dari komoditas primer menuju produk bernilai tambah tinggi yang lebih diminati pasar internasional.
Karantina Jawa Timur berperan memastikan bahwa setiap produk hewan, ikan, dan tumbuhan memenuhi standar kesehatan, keamanan, serta ketentuan internasional. Sertifikasi karantina menjadi elemen kunci untuk menjaga kelancaran ekspor, stabilitas harga, dan kepercayaan pembeli internasional, terutama dari negara tujuan utama seperti China, Amerika Serikat, dan Australia.
Baca Juga: Bea Cukai Tindak Ekspor Satwa dan Serahkan ke Balai Karantina Jatim
Selain ekspor, Jawa Timur juga berfungsi sebagai pusat distribusi domestik bagi kawasan Kalimantan, NTB, NTT, dan Bali. Karena itu, kesehatan hewan dan keamanan pangan di Jawa Timur berpengaruh langsung terhadap stabilitas komoditas di wilayah-wilayah tujuan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Jawa Timur Ir. Mohammad Yasin, M.Si., menekankan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Nusantara. Dengan 38 kabupaten/kota, lebih dari 7.700 desa, serta populasi mencapai 42 juta jiwa, Jawa Timur merupakan provinsi besar yang menopang aktivitas ekonomi nasional.
Jawa Timur menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua secara nasional dengan kontribusi 14,54%, hanya terpaut sedikit dari DKI Jakarta. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,22%, lebih tinggi dari rerata nasional (5,04%). Struktur ekonomi Jawa Timur juga menunjukkan karakteristik daerah maju, dengan industri pengolahan mendominasi 31,16% PDRB, disusul perdagangan 18,31%.
Industri pengolahan makanan dan minuman yang menyumbang hampir 55ri total industri menjadikan jaminan mutu bahan baku pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai faktor kritis. Karantina berperan memastikan bahan baku tersebut memenuhi standar agar dapat masuk ke rantai produksi industri.
Melalui berbagai program pendampingan teknis, peningkatan kualitas sertifikasi, serta pembukaan akses pasar baru, Karantina Jawa Timur berkomitmen membantu pelaku usaha agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Pemerintah provinsi dan instansi terkait akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa keamanan pangan, kesehatan hewan, serta mutu komoditas Jawa Timur selalu berada pada standar tertinggi.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Jawa Timur siap memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional dan pemasok komoditas unggulan yang berdaya saing global.(Red)
Editor : Redaksi