Renovasi Kolam Renang Kertajaya Molor, Pembinaan Atlet Akuatik Jatim Terganggu

avatar abadinews.id

abadinews.id,SURABAYA – Perbaikan Kolam Renang Kertajaya yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur dipastikan molor pada tahun ini. Hingga Senin (25/5/2026), pekerjaan renovasi yang meliputi penggantian keramik tersebut belum juga rampung 100 persen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap jalannya pembinaan olahraga akuatik di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.

 

Baca Juga: Dispora Jatim Bertekad Ambil Alih Pembinaan Olahraga Prestasi dari KONI Jatim, Imbas Permenpora 14 Tahun 2024.

Padahal, pada tahun 2025 lalu, Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, sempat meninjau langsung kondisi kolam renang tersebut dan memberikan respons positif agar proses perbaikan segera diselesaikan. Namun hingga kini, meski sebagian besar keramik baru telah terpasang, kolam renang milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu belum juga bisa digunakan.

 

Praktis, sudah lebih dari setahun fasilitas olahraga yang selama ini menjadi pusat pembinaan atlet akuatik Jawa Timur itu mangkrak dan belum dapat difungsikan kembali.

 

Akibat molornya renovasi tersebut, klub-klub renang yang selama ini menggunakan Kolam Renang Kertajaya sebagai pusat latihan atlet usia dini, kelompok umur, hingga atlet senior yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), terpaksa mencari alternatif tempat latihan lain.

 

Konsekuensinya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa kolam renang di hotel maupun fasilitas olahraga lain dengan tarif jauh lebih mahal. Padahal sebelumnya, keberadaan Kolam Renang Kertajaya sangat membantu klub-klub karena biaya sewanya relatif murah, yakni sekitar Rp600 ribu per bulan.

 

“Kalau terganggu itu pasti, begitu juga pembengkakan biaya untuk sewa kolam renang di tempat lain. Klub-klub pasti merasakan mahalnya biaya sewa kolam renang, karena biasanya mereka bisa menekan bujet itu saat menggunakan Kolam Renang Kertajaya,” ujar Fahrur Rozi, Sekretaris Umum Pengprov Akuatik Jawa Timur.

 

Pengprov Akuatik Jawa Timur sendiri menjadi salah satu pihak yang paling terdampak akibat renovasi yang tak kunjung selesai tersebut. Sebab, ada tiga cabang olahraga yang berada di bawah naungan organisasi itu, yakni renang, renang artistik, dan polo air, yang sebelumnya rutin berlatih di kolam renang yang berada di kawasan Kertajaya Indah, Surabaya.

 

Tak hanya klub, atlet-atlet Puslatda proyeksi PON 2028 dari ketiga cabang olahraga tersebut juga ikut terdampak. Jika sebelumnya mereka bisa berlatih secara gratis di Kolam Renang Kertajaya, kini mereka juga harus menanggung biaya tambahan untuk penggunaan fasilitas latihan di tempat lain.

 

“Meski saya tidak tahu besarannya berapa, yang jelas ini menjadi beban baru bagi Pengprov,” keluh Fahrur.

 

Lebih jauh, Pengprov Akuatik Jatim juga mengkhawatirkan hasil renovasi yang nantinya justru tidak lagi sesuai standar federasi akuatik internasional, Aquatics World. Kekhawatiran itu muncul karena Kolam Renang Kertajaya selama ini dikenal sebagai satu-satunya kolam di Jawa Timur yang memenuhi standar internasional.

 

“Yang kami khawatirkan lagi, setelah perbaikan ukurannya tak sesuai standar federasi akuatik internasional, Aquatics World. Sebab, kolam renang ini satu-satunya di Jawa Timur yang memenuhi standar internasional,” imbuhnya.

 

Karena itu, Pengprov Akuatik Jatim berharap proses renovasi bisa segera diselesaikan agar pembinaan atlet dapat kembali berjalan optimal.

Baca Juga: Dispora Jatim Gelar Event Spektakuler KIP Nite Run

 

“Kalau yang di luar Surabaya sudah biasa berlatih di kolam renang lain. Tapi meski begitu, kami memahami kendala itu bagian dari memperbaiki fasilitas yang sebelumnya kurang baik,” jelas Fahrur.

 

Molornya penyelesaian renovasi ini dinilai cukup janggal. Sebab, Kolam Renang Kertajaya disebut-sebut sebagai salah satu aset milik Pemprov Jawa Timur yang menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar kedua setelah Lapangan Jatim Seger. Namun demikian, lambannya penyelesaian proyek justru berpotensi menyebabkan hilangnya pemasukan daerah dalam jumlah besar.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan bahwa molornya proyek renovasi diduga berkaitan dengan perencanaan anggaran yang tidak matang.

 

Dari total anggaran sekitar Rp2 miliar yang diusulkan, dana tersebut disebut tidak sepenuhnya difokuskan untuk percepatan penyelesaian kolam renang. Sebaliknya, anggaran justru dipecah ke sejumlah pekerjaan lain yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan prioritas utama renovasi kolam.

 

Beberapa pekerjaan tersebut antara lain penggantian kusen pintu, pengecatan dinding gedung sekitar kolam, hingga pemindahan pos jaga.

 

Sementara untuk pekerjaan utama renovasi kolam renang sendiri hanya mendapatkan alokasi sekitar Rp400 juta, yang pada akhirnya dinilai tidak mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan.

 

Akibat keterbatasan anggaran itu, kelanjutan proyek kini harus menunggu tambahan dana melalui PAPBD yang kabarnya sudah diajukan sejak April lalu dan baru akan dibahas pada Oktober 2026 mendatang.

 

Padahal, perencanaan renovasi Kolam Renang Kertajaya telah dilakukan sejak tahun 2025. Dengan waktu yang cukup panjang tersebut, seharusnya proses perencanaan dapat dimatangkan sehingga kebutuhan anggaran utama tidak mengalami kekurangan.

 

Saat dikonfirmasi mengenai molornya proyek renovasi tersebut, Sekretaris Dispora Jatim yang juga Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Vitri Rahmawati, enggan memberikan penjelasan rinci.

 

Ia justru meminta wartawan menghubungi hotline resmi Dispora Jatim untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

 

“Monggo menghubungi hotline kami Bapak utk informasi yg dibutuhkan ...nuwun Bapak,” tulis Vitri melalui pesan WhatsApp.

 

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dispora Jatim, Arif Eko Wahyudi, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dikirimkan wartawan melalui pesan WhatsApp.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal