Dukung Elektrifikasi Pertanian, PLN Luncurkan Produk SINAR Wujud Apresiasi pada Hari Pelanggan

avatar abadinews.id

Ponorogo,abadinews.id – Dukung elektrifikasi pertanian, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo meluncurkan produk inovatif SINAR (irigaSI laNcar, petAni sejahteRa) di Desa Trisono, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Program ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus wujud apresiasi pada hari pelanggan nasional.

Program SINAR lahir dari semangat PLN untuk tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian — sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian di wilayah Ponorogo.

Baca Juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

Berawal dari akar masalah belum tersedianya produk bundling strategis yang menggabungkan listrik hijau dengan pompa pertanian serta skema pembiayaan yang fleksibel, PLN UP3 Ponorogo menghadirkan SINAR sebagai solusi irigasi berkelanjutan berbasis energi bersih.

Manager PLN UP3 Ponorogo, Indradi Pratama menjelaskan bahwa inovasi ini bukan hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga membantu meringankan beban biaya petani.

“Melalui SINAR, PLN menghadirkan solusi energi yang terjangkau, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Harapan kami, dengan irigasi lancar, hasil panen meningkat, dan kesejahteraan petani pun semakin baik,” ungkap Indradi.

Produk SINAR juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian serta menciptakan konsep “Low Carbon Rice.”

(testimoni)

Produk ini hadir dengan tiga skema layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan petani yakni SPLU Pertanian – Penyediaan listrik di lokasi pertanian melalui Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), PLTS Atap Portable – Pembangkit Listrik Tenaga Surya mandiri yang dapat digunakan di daerah sulit dijangkau listrik PLN, PLN Grid – Integrasi PLTS dengan jaringan PLN yang memungkinkan pelanggan mengikuti program Renewable Energy Certificate (REC) dengan pembiayaan yang fleksibel.

 

Dengan adanya SINAR, biaya produksi pertanian dapat ditekan hingga 65% lebih hemat dibanding penggunaan pompa diesel konvensional. Hal ini sekaligus mendukung program intensifikasi pertanian yang memungkinkan petani melakukan tanam hingga empat kali dalam setahun, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui SINAR, PLN hadir bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi menyalakan harapan, membantu petani beralih dari energi mahal menuju energi bersih, dari cara lama menuju modernisasi pertanian, dan dari keterbatasan menuju kesejahteraan.

 

Baca Juga: PLN Siaga Penuh Jaga Keandalan Listrik Saat Sholat Idulfitri 1447 H di Berbagai Daerah di Jawa Timur

Koordinator Penyuluh Pertanian Wilayah Babadan, Agung, menyambut baik hadirnya program ini. “Produk SINAR sangat membantu petani dalam menekan biaya produksi sekaligus mendorong modernisasi pertanian. Kami berharap program ini bisa diperluas ke wilayah lain agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Agung.

 

Senada, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Suprianto mengapresiasi peran PLN dalam program ini.

 

"Inovasi yang luar biasa dan baru sekarang ada secara otomatis mengurangi biaya produksi dan hasilnya akan meningkat,” paparnya.

 

Baca Juga: PLN UID Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Media melalui Buka Puasa di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah

Narahubung

Kemas Abdul Gaffur

Senior Manager Komunikasi dan Umum

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur

Tlp 031 5340651

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal