Surabaya,abadinews.id – Pemilihan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SMA Negeri 8 Surabaya tahun ini tidak hanya menjadi ajang untuk memilih pemimpin siswa yang baru dengan bertajuk"Membentuk Generasi Pemimpin Yang Berintegritas Dan Bertangungjawab" tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai penting bagi remaja, salah satunya tentang penolakan terhadap pernikahan usia dini.
Program kerja OSIS pada dasarnya merupakan rencana kegiatan yang dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa di sekolah. Melalui berbagai kegiatan dan acara, OSIS berperan penting dalam mengasah keterampilan kepemimpinan, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mempererat hubungan antar siswa.
Tiga kandidat Ketua OSIS tahun ini — Bagus Prima Raditya, Alifia Rahma Putri, dan Tsalitsa Siti Nuril Azizah — menunjukkan semangat dan kepedulian terhadap isu sosial di kalangan remaja, khususnya mengenai bahaya pernikahan dini yang dapat berujung pada perceraian dan munculnya kasus "janda usia sekolah".
Calon ketua Tsalitsa Siti Nuril Azizah menegaskan pentingnya pendidikan bagi remaja.
“Masa remaja adalah waktu untuk belajar dan bermimpi. Namun, banyak anak zaman sekarang justru mengakhiri masa remajanya terlalu cepat dengan duduk di pelaminan. Itu bukan solusi untuk menyelesaikan masalah,” ucapnya pada saat wawancara bersama Awak Media (28/10/25)
Sementara itu, Bagus Prima Raditya dan Alifia Rahma Putri sepakat bahwa OSIS memiliki peran besar sebagai wadah aspirasi siswa. OSIS, menurut mereka, harus mampu menjadi penggerak dalam berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan keterampilan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah.
Bagus menambahkan bahwa jika terpilih, ia akan mengembangkan program kerja yang melibatkan seluruh ekstrakurikuler sekolah.
“Program kerja siswa akan dikembangkan melalui semua kegiatan ekstrakurikuler, di mana setiap bakat dan kemampuan siswa akan dioptimalkan. Semua kegiatan ini nantinya dipertanggungjawabkan di hadapan kepala sekolah, wakil kesiswaan, dan para guru,” jelasnya.
Para calon juga sepakat bahwa OSIS harus membangun kelompok siswa yang solid, berpikir positif, serta aktif dalam kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan lingkungan sekolah.
Dengan semangat kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, para kandidat Ketua OSIS SMA Negeri 8 Surabaya berkomitmen untuk menciptakan suasana sekolah yang lebih hidup, positif, dan bebas dari pengaruh negatif, termasuk pernikahan usia dini.(Red)
Editor : Redaksi