Golkar Surabaya Kukuhkan Struktur Kecamatan, Targetkan 10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029 

avatar abadinews.id

abadinews.id,SURABAYA — Pengukuhan struktur pimpinan kecamatan Partai Golkar Kota Surabaya menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.

 

Baca Juga: Golkar Surabaya Siapkan Rakerda 2026, Targetkan Penguatan Organisasi dan Program Kerja

Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya dr. Akmarawita Kadir mengatakan, jajaran pimpinan di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis karena menjadi struktur partai yang paling dekat dengan masyarakat.

 

“Pengukuhan ini bukan hanya sekadar ceremony. Ini mengingatkan kembali betapa pentingnya struktur pimpinan kecamatan. Tugas dan fungsinya sangat berat karena mereka berada di posisi paling bawah dan paling dekat dengan masyarakat,” ujarnya.Minggu(13/9/26)

 

Golkar Surabaya saat ini memiliki struktur organisasi di 31 kecamatan. Struktur tersebut selanjutnya akan menjadi basis pembentukan kepengurusan hingga tingkat kelurahan.

 

Menurut Akmarawita, keberadaan struktur di tingkat kecamatan dan kelurahan tidak boleh hanya berfungsi sebagai kelengkapan administratif partai. Setiap jajaran diharapkan memiliki program kerja yang jelas dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

Program kerja tersebut, kata dia, diarahkan untuk membantu menjawab berbagai persoalan warga sekaligus memperkuat kedekatan partai dengan masyarakat.

 

 

Golkar Surabaya juga mendorong agar program kerja partai dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya, terutama dalam persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

 

“Program kerja kami harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Tujuannya sama, misalnya bagaimana mengentaskan kemiskinan, membantu masyarakat mendapatkan lapangan pekerjaan, serta memberikan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan warga,” katanya.

 

Jajaran pimpinan kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan berbagai program yang tersedia. Peran tersebut dapat dilakukan dengan memberikan informasi, membuka akses, maupun menginisiasi kegiatan yang dapat disinergikan dengan program pemerintah.

 

Penguatan struktur hingga tingkat kelurahan juga menjadi bagian dari strategi Golkar Surabaya menghadapi Pemilu 2029.

 

Saat ini Golkar memiliki lima kursi di DPRD Kota Surabaya. Pada Pemilu 2029, partai berlambang pohon beringin tersebut menargetkan perolehan 10 kursi.

 

“Sejak kami dilantik dan kemudian dikukuhkan oleh DPD, kami sudah berkomitmen untuk meningkatkan perolehan suara. Target kami adalah 10 kursi dari lima kursi yang ada sekarang,” ujarnya.

 

Untuk mengejar target tersebut, Golkar akan memperkuat program kerja di tingkat kecamatan dan kelurahan. Strategi itu dinilai penting karena basis suara partai dibangun dari struktur paling bawah.

 

“Suara politik harus dibangun dari akar rumput, mulai dari kelurahan, RT, RW, hingga keluarga,” kata dia.

 

Semangat tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan slogan Golkar Surabaya, “Golkar Surabaya Selalu di Hati Arek Suroboyo”.

 

 

Selain memperkuat struktur organisasi, Golkar Surabaya mulai melakukan pemetaan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2029.

 

Perubahan tersebut dimungkinkan seiring perkembangan jumlah penduduk Surabaya. Golkar memperkirakan pertumbuhan penduduk dapat berdampak pada konfigurasi dapil maupun jumlah kursi DPRD Kota Surabaya.

 

Namun, desain final mengenai kemungkinan perubahan atau pemekaran dapil masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

 

“Kalau dilihat, menurut BPS jumlah penduduk kita sudah sekitar tiga juta dengan sebaran yang cukup luas. Kemungkinan dapil akan mekar dan jumlah anggota dewan juga bertambah. Ini menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya.

 

Golkar Surabaya mengaku telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi perubahan tersebut. Pemetaan internal dilakukan dengan memperhitungkan sejumlah kemungkinan konfigurasi dapil.

 

Jika nantinya Surabaya memiliki tujuh, delapan, atau sembilan dapil, Golkar mengklaim telah menyiapkan strategi untuk masing-masing skenario, termasuk penataan bakal calon legislatif.

 

“Kami sudah melakukan pemetaan data dan membuat proyeksi. Kalau dapilnya tujuh seperti apa, kalau delapan seperti apa, atau sembilan seperti apa. Langkah-langkah itu sebenarnya sudah kami siapkan,” katanya.

 

Dengan persiapan tersebut, Golkar Surabaya menyatakan siap menyesuaikan strategi setelah desain dapil dan jumlah kursi DPRD ditetapkan.

 

“Yang jelas, program kerja dan mini Rakerda yang kami buat di Surabaya konsepnya sudah diarahkan untuk 2029. Kalau memang perubahan dapil dilakukan, justru kami punya waktu lebih untuk mempersiapkan diri,” pungkasnya.(Red)

 

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal