abadinews.id, Surabaya - Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., M.E.I., mengajak mahasiswa Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep untuk turut menjaga kualitas demokrasi serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Baca Juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Lia Istifhama Dorong Manfaat Pembangunan Dirasakan Masyarakat
Pesan tersebut disampaikan Ning Lia Istifhama saat memberikan penguatan kepada kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan demokrasi Indonesia karena mereka merupakan generasi terdidik yang kelak akan mengisi berbagai ruang kepemimpinan, baik di pemerintahan, dunia usaha, organisasi masyarakat, maupun bidang profesional lainnya.
Lia menegaskan bahwa masa muda merupakan momentum penting untuk membangun karakter, memperluas wawasan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kepemimpinan. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Kalian calon pemimpin. Kalian itu syubbanul yaum, rijalul ghad. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” ujar Lia.
Ungkapan syubbanul yaum, rijalul ghad tersebut, menurut Lia, menggambarkan bahwa pemuda hari ini merupakan calon pemimpin di masa yang akan datang. Karena itu, proses pembentukan karakter kepemimpinan harus dimulai sejak berada di bangku perguruan tinggi.
Ia menilai kampus tidak sekadar menjadi tempat untuk memperoleh gelar akademik. Perguruan tinggi juga merupakan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat, membangun kemampuan berpikir kritis, serta belajar menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana.
Dalam konteks demokrasi, Lia mengajak mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang memahami perbedaan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa. Perbedaan pilihan politik, pandangan, maupun latar belakang tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial.
Demokrasi, kata dia, harus dibangun dengan sikap saling menghormati, menjunjung etika, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan bangsa.
Lia juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya keteladanan bagi siapa pun yang nantinya masuk dalam unsur pemerintahan. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memahami aturan, tetapi juga harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
“Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah. Kita memberikan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” tegasnya.
Uswatun hasanah atau keteladanan, lanjut Lia, menjadi salah satu modal penting dalam membangun kepercayaan publik. Pemimpin yang mampu menunjukkan perilaku baik akan lebih mudah memberikan pendidikan politik dan pemahaman demokrasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Lia Istifhama Puji Inisiatif Khofifah Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, UMKM Lokal Ikut Berpesta
Ia berharap mahasiswa Unija Sumenep dapat mengambil peran dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui sikap kritis yang konstruktif, aktif berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Mahasiswa juga didorong untuk menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, generasi muda memiliki tantangan untuk mampu memilah informasi, melakukan verifikasi, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurut Lia, kemajuan teknologi harus diiringi dengan kedewasaan dalam bermedia. Kebebasan berpendapat dalam demokrasi harus tetap disertai tanggung jawab dan etika.
Ia menambahkan, kualitas demokrasi pada masa mendatang sangat bergantung pada kualitas generasi muda hari ini. Jika mahasiswa memiliki wawasan kebangsaan, integritas, serta kesadaran terhadap tanggung jawab sosial, maka mereka akan mampu menjadi kekuatan penting dalam menjaga kehidupan demokrasi Indonesia.
Karena itu, Lia mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kapasitas diri sejak sekarang. Kemampuan kepemimpinan, komunikasi, berpikir kritis, memahami persoalan masyarakat, serta menjaga integritas merupakan bekal yang harus dipersiapkan sebelum benar-benar terjun ke tengah masyarakat.
“Jangan menunggu menjadi pemimpin baru belajar menjadi pemimpin. Kepemimpinan itu dipersiapkan sejak sekarang, melalui proses belajar, organisasi, pengalaman, dan pengabdian kepada masyarakat,” demikian pesan yang ditekankan kepada mahasiswa.
Baca Juga: Komite III DPD RI Puji Kinerja Kemenhaj, Haji 2027 Dibidik Raih Labaytum Excellence Award
Sebagai Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Lia juga menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat. Kampus dan mahasiswa diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan konstruktif untuk menjawab berbagai tantangan daerah maupun nasional.
Ia berharap generasi muda Sumenep tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut mengambil bagian di dalamnya. Dengan bekal pendidikan, karakter, dan kepedulian terhadap demokrasi, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pesan Ning Lia tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa demokrasi bukan hanya persoalan pemilu atau pergantian kepemimpinan. Demokrasi merupakan proses panjang yang membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk terus dirawat melalui sikap toleran, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
Bagi mahasiswa Unija Sumenep, momentum tersebut diharapkan menjadi pemantik untuk semakin aktif dalam kehidupan kampus dan masyarakat, sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif.
Dengan semangat syubbanul yaum, rijalul ghad, mahasiswa hari ini diharapkan benar-benar mampu membuktikan diri sebagai calon pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan demokrasi.(Red)
Editor : Redaksi