abadinews.id, Surabaya — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., M.E.I., mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong perbaikan kondisi ketenagakerjaan di daerah.
Baca Juga: Lia Istifhama Puji Inisiatif Khofifah Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, UMKM Lokal Ikut Berpesta
Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,84 persen menjadi salah satu indikator positif atas keberlanjutan pembangunan dan aktivitas ekonomi di provinsi tersebut. Menurut Lia, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam menggerakkan perekonomian Jawa Timur.
“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena kerja-kerja yang terkoordinir dengan baik, strategi-strategi yang berjalan dengan baik, sehingga program-program itu bisa menyasar pada kebutuhan masyarakat. Tidak heran kalau pertumbuhan ekonomi baik, penurunan pengangguran juga signifikan. Itu tentu berkat kerja keras semuanya,” ujar Lia Istifhama.
Lia menilai, pertumbuhan ekonomi tidak semestinya hanya dipandang sebagai angka statistik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong agar capaian ekonomi Jawa Timur terus diikuti dengan penguatan program-program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pertumbuhan hanya terlihat dalam angka, tetapi masyarakat tidak merasakan dampaknya. Karena itu, yang harus terus didorong adalah bagaimana pertumbuhan ini membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya beli,” katanya.
Sebagai anggota DPD RI dari Jawa Timur, Lia juga menekankan pentingnya kesinambungan antara kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional sehingga berbagai kebijakan pembangunan di tingkat daerah perlu terus diselaraskan dengan agenda nasional.
Ia menilai, penguatan sektor-sektor produktif harus menjadi perhatian bersama. Industri pengolahan, perdagangan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga sektor jasa memiliki kontribusi penting dalam menciptakan aktivitas ekonomi dan kesempatan kerja.
“Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar. Kita punya industri, pertanian, perdagangan, UMKM, pesantren, ekonomi kreatif, pariwisata, dan berbagai sektor lainnya. Potensi ini harus terus dikembangkan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar menjadi mesin kesejahteraan masyarakat,” ujar Lia.
Lia juga memberikan perhatian terhadap keberadaan UMKM yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Menurutnya, UMKM tidak hanya membutuhkan akses pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan, akses pasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital.
Ia berharap kebijakan pembangunan ekonomi ke depan semakin memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk tumbuh dan naik kelas.
“UMKM harus menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Mereka perlu didukung dari hulu sampai hilir, mulai dari permodalan, produksi, packaging, pemasaran, digitalisasi sampai akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Selain itu, Lia menilai penurunan angka pengangguran merupakan capaian yang harus terus dijaga. Menurutnya, penciptaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan pembangunan ekonomi.
Baca Juga: Komite III DPD RI Puji Kinerja Kemenhaj, Haji 2027 Dibidik Raih Labaytum Excellence Award
Pertumbuhan ekonomi yang sehat, kata dia, idealnya mampu menciptakan kesempatan kerja baru dan memberikan peluang yang lebih luas kepada masyarakat usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“Kalau ekonomi tumbuh, maka kesempatan kerja juga harus tumbuh. Kita ingin generasi muda Jawa Timur memiliki semakin banyak pilihan pekerjaan dan kesempatan untuk mengembangkan usaha. Ini penting agar bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan pembangunan,” katanya.
Lia juga mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah di Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya perlu terkonsentrasi di kawasan perkotaan atau pusat-pusat industri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan daerah yang memiliki potensi ekonomi lokal.
Menurutnya, konektivitas, infrastruktur, akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi lokal merupakan bagian penting untuk memastikan pemerataan tersebut.
“Pemerataan harus menjadi perhatian. Jangan sampai ada daerah yang tumbuh sangat cepat sementara daerah lain tertinggal. Setiap kabupaten dan kota memiliki potensi masing-masing yang harus dikembangkan sesuai karakteristik daerahnya,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga optimisme terhadap perekonomian Jawa Timur. Menurut Lia, capaian pertumbuhan ekonomi yang positif merupakan modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Baca Juga: Dari Istitaah hingga Syarikah, Ning Lia Beberkan Catatan Penting Haji 2026
Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berpuas diri. Justru, angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi pijakan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat kebijakan pembangunan berikutnya.
“Capaian ini patut diapresiasi, tetapi jangan cepat puas. Kita harus terus bekerja, melakukan evaluasi, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Lia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin diperkuat. Dengan kolaborasi tersebut, ia optimistis Jawa Timur mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan adalah ketika masyarakat merasakan perubahan yang lebih baik dalam kehidupannya. Ekonomi tumbuh, lapangan kerja bertambah, pendapatan meningkat, dan masyarakat mendapatkan akses yang semakin baik terhadap kebutuhan dasar. Itulah pembangunan yang harus kita dorong bersama,” pungkas Lia Istifhama.
Sebagai representasi masyarakat Jawa Timur di DPD RI, Lia menegaskan akan terus mendorong agar berbagai capaian pembangunan di Jawa Timur dapat diperkuat dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap momentum pertumbuhan ekonomi tersebut dapat menjadi energi positif bagi Jawa Timur untuk terus bergerak maju, memperluas kesempatan ekonomi, sekaligus memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan.(Red)
Editor : Redaksi