abadinews.id, Surabaya -;Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 Masehi menjadi momentum yang sangat spesial dan penuh makna bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur.
Baca Juga: Koorwil MAKi Jatim Serukan Nilai Keikhlasan dan Kebersamaan di Idul Adha
Pada tahun ini, MAKI Jatim menerima amanah bantuan seekor sapi kurban dari Ibunda Gubernur Jawa Timur. Bantuan tersebut menjadi catatan istimewa karena baru pertama kali diterima oleh MAKI Jatim sepanjang perayaan Idul Adha yang dijalankan organisasi tersebut.
Ketua Korwil MAKI Jatim, Heru Satriyo, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada lembaganya. Menurutnya, amanah bantuan hewan kurban tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga simbol dukungan moral terhadap kiprah MAKI Jatim dalam menjaga semangat pengawasan publik dan pemberantasan korupsi di Jawa Timur.
“Lebaran Idul Adha 1447 H tahun 2026 ini sangat spesial bagi MAKI Jatim. Baru tahun ini kami menerima amanah bantuan satu ekor sapi dari Ibunda Gubernur Jawa Timur. Tentu ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Heru Satriyo Kepada awak media Rabu(27/5/26)
Momentum Idul Adha tahun ini juga terasa semakin istimewa karena MAKI Jatim melakukan kolaborasi sosial bersama komunitas ojek online wanita WATASA yang dipimpin Mbok Ma. Dalam kegiatan tersebut, MAKI Jatim turut menggandeng sejumlah komunitas ojol wanita lainnya untuk bersama-sama mendistribusikan daging kurban kepada para pengemudi ojol perempuan di berbagai wilayah.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi bentuk sinergi positif antara organisasi sosial kemasyarakatan dengan komunitas pekerja informal yang selama ini menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan. Melalui pembagian daging kurban, MAKI Jatim berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus terjaga, khususnya kepada para pekerja lapangan yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
Tidak hanya menyalurkan daging kurban, MAKI Jatim juga memberikan bantuan tambahan berupa susu kepada para ojol wanita. Setiap penerima mendapatkan dua pack susu sebagai bentuk dukungan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh mereka di tengah aktivitas pekerjaan yang padat dan penuh tantangan.
Heru Satriyo menjelaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan para ojol wanita penting dilakukan karena mereka memiliki mobilitas tinggi serta tanggung jawab besar dalam menopang kebutuhan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Skandal OTT Tulungagung Mengguncang Birokrasi Jatim, Dugaan Korupsi Sistematis Mulai Terbongkar
“Kami ingin berbagi bukan hanya daging kurban, tetapi juga perhatian terhadap kesehatan para ojol wanita. Karena itu setiap penerima juga mendapatkan dua pack susu agar dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan daya tahan mereka,” katanya.
Di tengah berbagai aktivitas sosial tersebut, Heru Satriyo juga menyinggung adanya isu negatif berbasis hoaks yang belakangan diarahkan kepada dirinya melalui media sosial. Menurutnya, MAKI Jatim tidak ingin terjebak dalam polemik berkepanjangan dan memilih menjawab berbagai tudingan dengan kerja nyata serta aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ditengah isu negatif berbasis hoax yang diarahkan langsung kepada saya, MAKI Jatim memilih menjawab dengan aksi nyata. Kami menunjukkan kepedulian melalui distribusi daging kurban dan kolaborasi sosial bersama komunitas ojol wanita. Dukungan dari Ibunda Gubernur Jawa Timur juga menjadi penguatan moral bagi kami,” tegasnya.
Baca Juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Kepemimpinan Khofifah di Momen Hari Ulang Tahun
Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini, Heru juga mengajak masyarakat untuk memahami kembali makna pengorbanan sebagaimana teladan yang diberikan Nabi Ibrahim AS. Menurutnya, nilai pengorbanan merupakan bagian penting dalam perjuangan hidup dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai, perjuangan tanpa pengorbanan tidak akan melahirkan keikhlasan maupun keteguhan hati. Karena itu, semangat Idul Adha harus dijadikan refleksi untuk memperkuat integritas, kepedulian sosial, dan komitmen dalam menjalankan amanah.
“Pentingnya memahami pengorbanan ini menjadi narasi utama bahwa dalam frasa perjuangan, pengorbanan atas hal apapun dalam berjuang menjadi pelengkap murni artikulasi hikayat kehidupan yang sebenarnya. Allah SWT lewat Nabi Ibrahim AS memberikan orkestrasi tersebut di depan kita sebagai bekal untuk mengabdi dan memahami arti kehidupan yang sebenarnya,” ungkap Heru Satriyo.
Melalui peringatan Idul Adha tahun ini, MAKI Jatim berharap semangat berbagi, kepedulian, dan pengorbanan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Selain itu, organisasi tersebut juga berkomitmen untuk terus menjaga istiqomah dalam mengawal kepentingan publik serta memperkuat semangat pemberantasan korupsi di Provinsi Jawa Timur.(Red)
Editor : Redaksi