Penataran Muaythai Jatim 2026 Jadi Fondasi Penguatan Prestasi dan SDM Berstandar Internasional

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya – Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Tingkat Jawa Timur yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia Jawa Timur di Gedung KONI Jawa Timur, 11–12 Juli 2026, menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) olahraga Muaythai di Jawa Timur.


Kegiatan yang mengusung tema “Membangun SDM Muaythai yang Profesional, Berintegritas, dan Berstandar Internasional” ini diikuti sebanyak 80 peserta yang berasal dari 25 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga Muaythai semakin diminati dan berkembang pesat di berbagai daerah.

Baca Juga: Elijah Hinzman, Atlet Muaythai Jawa Timur, Ukir Sejarah di IFMA World Championships


Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur Baso Juherman menyampaikan bahwa besarnya jumlah peserta yang hadir menunjukkan semakin kuatnya eksistensi Muaythai di tengah masyarakat. Menurutnya, perkembangan cabang olahraga ini tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah atlet, tetapi juga dari semakin banyaknya kejuaraan yang digelar di tingkat daerah maupun nasional.


“Dengan banyaknya peserta dari berbagai daerah, ini menandakan bahwa Muaythai sedang digandrungi masyarakat. Kami merasakan sendiri perkembangan yang sangat signifikan. Banyak kejuaraan daerah yang sudah menggunakan sanksi dan regulasi resmi Muaythai Indonesia sehingga kebutuhan terhadap pelatih, wasit, dan juri semakin meningkat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, perkembangan tersebut juga membuka peluang baru bagi para pelatih, wasit, dan juri di daerah. Semakin banyaknya event dan kompetisi membuat profesi tersebut memiliki ruang pengabdian sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.


“Ini menjadi ladang aktivitas dan peluang bagi teman-teman pelatih, wasit, dan juri di kabupaten/kota. Ketika kompetisi semakin banyak, maka kebutuhan SDM yang kompeten juga semakin besar,” tambahnya.


Prestasi Muaythai Jawa Timur di tingkat internasional juga menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga asal Thailand tersebut. Dalam Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, Jawa Timur turut menyumbangkan atlet-atlet terbaik yang berhasil mengharumkan nama Indonesia.


Pada ajang tersebut, atlet Jawa Timur Aldento brilian Bara Pratama berhasil meraih medali perak di kelas elite seni Wai Kru di Malaysia,Sementara Eliza, atlet muda berusia 16 tahun, juga sukses mempersembahkan medali perak. Selain itu, atlet asal Gresik, Latifah, berhasil meraih medali perunggu di kelas 48 kilogram.


“Keberhasilan atlet-atlet Jawa Timur di kejuaraan dunia menjadi kebanggaan bagi kami. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berjalan dengan baik dan mampu bersaing di level internasional,” ungkapnya.


Tidak hanya di kejuaraan dunia, atlet Muaythai Jawa Timur juga menunjukkan performa membanggakan pada Kejuaraan Asia di Vietnam dengan meraih satu medali emas dan dua medali perak. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan utama Muaythai nasional.


Menurutnya, prestasi internasional yang terus meningkat menjadi motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk lebih serius menekuni olahraga Muaythai. Dengan peluang prestasi yang semakin terbuka, kualitas pembinaan di daerah pun diharapkan ikut meningkat.


Dalam penataran kali ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai perkembangan terbaru dalam regulasi dan peraturan pertandingan yang dikeluarkan oleh International Federation of Muaythai Associations (IFMA). Materi tersebut dinilai penting agar seluruh pelatih, wasit, dan juri memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan aturan di lapangan.


“Setiap tahun ada perubahan dan pembaruan regulasi. Karena itu kami harus terus melakukan penyegaran agar pelatih, wasit, dan juri memiliki persepsi yang sama. Dengan pemahaman yang seragam, maka potensi konflik atau perdebatan saat pertandingan bisa diminimalisir karena semua pihak memahami aturan yang berlaku,” jelasnya.


Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi, penataran ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan berlangsung di Surabaya. Para pelatih dan perangkat pertandingan diharapkan dapat memahami regulasi terbaru sehingga mampu mempersiapkan atlet secara optimal menuju ajang tersebut.

Baca Juga: Atlet Muaythai Jawa Timur Siap Guncang Kejuaraan Dunia 2026 di Malaysia  


“Kami ingin seluruh pelatih dan perangkat pertandingan siap menghadapi Porprov tahun depan. Mereka harus memahami perkembangan aturan terbaru sehingga pembinaan atlet berjalan sesuai standar yang berlaku,” katanya.


Pengprov Muaythai Jawa Timur juga berkomitmen melakukan regenerasi dan penyegaran terhadap perangkat pertandingan. Menurutnya, semakin banyak wasit dan juri yang memiliki sertifikasi dan kompetensi tinggi, maka kualitas pertandingan akan semakin baik serta menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan objektivitas.


“Jangan sampai yang bertugas hanya orang-orang yang itu saja. Dengan semakin banyak SDM yang kompeten, maka akan ada proses seleksi yang sehat dan kualitas pertandingan akan semakin terjaga,” tegasnya.


Sebagai tindak lanjut dari penataran ini, Pengprov Muaythai Jawa Timur akan mengirimkan peserta terbaik untuk mengikuti Penataran Wasit dan Juri Tingkat Nasional yang akan digelar di Bekasi pada 1–4 Agustus 2026. Para peserta terpilih nantinya akan dipersiapkan menjadi perangkat pertandingan nasional.


Mereka juga berpeluang langsung bertugas pada Kejuaraan Nasional Muaythai yang akan berlangsung pada 4–9 Agustus 2026 dan akan bersaing dengan wasit serta juri dari berbagai provinsi di Indonesia.


“Kami akan memilih peserta terbaik dari penataran ini untuk mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Harapannya mereka dapat menjadi aset nasional dan membawa nama baik Jawa Timur dalam berbagai kejuaraan,” ujarnya.


Dengan semakin banyaknya pelatih, wasit, dan juri berkualitas yang lahir dari berbagai daerah, Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur optimistis prestasi Muaythai Jawa Timur akan terus meningkat. Selain melahirkan atlet-atlet berprestasi, pembinaan SDM yang berkelanjutan juga diyakini akan menjadikan Muaythai sebagai salah satu cabang olahraga kebanggaan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: Surabaya Tampil Gemilang, Raih Juara Umum Muaythai Piala Wali Kota 2026


“Harapan kami, Muaythai Jawa Timur semakin berkualitas, semakin berprestasi, dan menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur. Dengan SDM yang profesional dan berstandar nasional maupun internasional, masa depan Muaythai Jawa Timur akan semakin cerah,”

 

Di tempat yang sama atlit pelatnas Aldento brilian Bara Pratama Juara Muaythai Malaysia sekaligus pemateri penataran menjelaskan Saya cukup terkesan dengan antusiasme dari kabupaten dan kota di Jawa Timur. Banyak orang-orang baru yang berminat mempelajari seni Muaythai. Hampir setiap daerah mengirimkan peserta untuk menjadi pelatih, wasit, maupun juri.


"Hari ini kami memberikan materi dasar tentang seni Muaythai. Tujuannya agar seluruh kabupaten dan kota memiliki persepsi yang sama serta berpedoman pada pakem teknik yang sama. Dengan begitu, saat Porprov maupun kejuaraan lainnya tidak ada lagi perbedaan dalam penerapan teknik, karena standar yang digunakan mengacu pada peraturan yang berlaku hingga tingkat internasional.ucapnya


Harapan saya, kegiatan penataran ini berjalan lancar. Seluruh peserta dapat memahami materi yang disampaikan para pemateri, kemudian menerapkannya dan mengajarkannya kembali kepada atlet-atlet di kabupaten dan kota masing-masing.


Khusus untuk para pelatih, saya berpesan agar terus memperbanyak pengulangan gerakan saat latihan. Di nomor seni, penguasaan teknik sangat bergantung pada latihan yang berulang. Kalau atlet belum benar-benar paham, saat bertanding bisa saja mendadak blank dan akhirnya penampilannya menjadi tidak maksimal. Karena itu, konsistensi dalam berlatih menjadi kunci untuk meraih prestasi."ujar Rinto.(Red)

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal