Surabaya,abadinews.id - Dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi konstitusionalnya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Lia istifahma menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat. Jumat (19/12/25) bertempat di Rumah makan Surabaya
Baca Juga: Konsep No One Left Behind dan Syubbanul Yaum Rijalul Ghod Ala LaNyalla, Tepat untuk DPD RI
Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang menjadi fondasi utama keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Anggota DPD RI Lia istifahma mengatakan bahwa Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi sangat penting di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang saat ini, khususnya dalam memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Nasionalisme dipandang sebagai salah satu kunci utama agar negara ini tetap kokoh, berdaulat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Dalam berbagai kesempatan turun langsung ke masyarakat, terutama kepada generasi muda,Ning Lia menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini. Anak-anak muda diharapkan tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan berinteraksi sosial.ucapnya
“Kita semua adalah anak bangsa. Tidak boleh ada sekat yang memisahkan kita atas dasar suku, agama, budaya, maupun latar belakang lainnya. Indonesia berdiri justru karena keberagaman itu,” demikian disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.ujarnya
Belakangan ini, muncul sejumlah gesekan sosial yang berlatar belakang perbedaan identitas, termasuk isu kesukuan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan perlu disikapi secara bijak. Dengan meneguhkan kesadaran bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara, maka ruang-ruang perpecahan dapat ditekan dan dicegah.
Ning Lia juga menekankan bahwa dalam kehidupan politik sekalipun, tidak boleh ada praktik politik balas dendam, pengucilan, atau pengotak-kotakan berdasarkan afiliasi partai. Perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh mengorbankan persatuan dan kepentingan bangsa yang lebih besar.
Baca Juga: Srikandi Senator Jatim, Lia Istifahma Apresiasi Kiprah Ketua DPD RI
"Di mana pun berada, setiap elemen bangsa diharapkan tidak membuka ruang bagi sekat-sekat sosial yang dapat melemahkan persaudaraan. Sebaliknya, semangat saling menghargai, mengapresiasi, dan merayakan keberagaman harus terus dikedepankan.
Salah satu kekuatan besar Indonesia yang terbukti mampu menyatukan adalah budaya dan seni. Perkembangan dunia seni dan musik Tanah Air saat ini menunjukkan betapa kayanya khazanah budaya Indonesia. Musik dari Indonesia Timur, Jawa, dan berbagai daerah lainnya kini sama-sama mendapat tempat dan apresiasi luas di masyarakat, bahkan menjadi tren di media sosial lintas daerah dan generasi.ujarnya
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya mampu menembus batas geografis dan identitas, sekaligus mempererat rasa kebangsaan. Oleh karena itu, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang melibatkan pelaku seni dan budaya dinilai sangat efektif dalam menyampaikan pesan persatuan secara lebih inklusif dan membumi.
Nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi semboyan bangsa, juga dimaknai sebagai ajakan untuk menanam kebaikan tanpa membedakan latar belakang. Seperti halnya menanam pohon, oksigen yang dihasilkan dapat dihirup oleh siapa saja—tanpa melihat suku, agama, atau golongan. Kebaikan yang ditanam harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPD RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menebarkan inspirasi dan kebaikan di mana pun berada. Kebaikan tidak boleh dibatasi hanya untuk kelompok tertentu, melainkan harus menjadi nilai universal yang memperkuat persaudaraan dan persatuan nasional.
Dengan semangat Empat Pilar Kebangsaan, DPD RI berharap masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bersama-sama merawat Indonesia sebagai rumah besar yang inklusif, adil, dan berkeadaban bagi seluruh anak bangsa.(Red)
Editor : Redaksi