Senator Jatim Lia Istifhama Apresiasi Pemerintah Stabilitas Harga BBM

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang memastikan tidak adanya kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

 

Baca Juga: Perkuat Silaturahmi,Lia Istifhama Tingkatkan Semangat Pengabdian bagi Masyarakat Jawa Timur

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut menegaskan bahwa kejelasan kebijakan terkait harga BBM sangat penting di tengah beredarnya berbagai spekulasi mengenai potensi kenaikan harga energi. Menurutnya, keputusan pemerintah ini mampu meredam keresahan publik dan menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Langkah ini patut diapresiasi karena memberikan kepastian dan ketenangan bagi masyarakat, khususnya di tengah dinamika informasi yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

 

Sebagai senator asal Jawa Timur, ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketepatan dalam merumuskan kebijakan di sektor energi. Ia mengingatkan bahwa kebijakan terkait BBM memiliki dampak yang sangat luas, sehingga setiap keputusan harus melalui kajian yang matang dan mempertimbangkan berbagai aspek, baik ekonomi maupun sosial.

 

Lebih lanjut, Ning Lia menilai bahwa keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM berpotensi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Hal ini penting mengingat kenaikan harga BBM kerap memicu efek domino, mulai dari peningkatan harga kebutuhan pokok hingga lonjakan biaya transportasi dan distribusi barang.

 

“Ketika harga BBM naik, dampaknya sangat luas. Tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga berpengaruh terhadap harga barang dan jasa yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Lia Istifhama Tekankan Peran Budaya Jawa Timur sebagai Engine of Growth Nasional

 

Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan global di sektor energi yang semakin kompleks. Konflik geopolitik di berbagai kawasan, termasuk di Timur Tengah, dinilai turut memberikan tekanan terhadap stabilitas pasokan dan harga energi dunia. Dalam situasi tersebut, ia menilai pemerintah perlu terus melakukan langkah-langkah strategis dan adaptif.

 

Ning Lia menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah memiliki kapasitas untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan fiskal dan perlindungan sosial. Menurutnya, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dilakukan secara cermat agar tetap mampu menopang kebutuhan subsidi energi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan negara.

 

Baca Juga: Lia Istifhama Apresiasi Peran Strategis Muslimat NU di Harlah ke-80

“Pemerintah harus mampu menjaga keseimbangan antara ketahanan fiskal dan perlindungan sosial, sehingga masyarakat tidak terbebani di tengah situasi global yang tidak menentu,” paparnya.

 

Ia pun optimistis bahwa dengan kebijakan yang terukur dan responsif, stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga. Selain itu, ia berharap pemerintah tetap konsisten dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Rilis ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan global, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan nasional.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal