Polres Gresik Bahas Rencana Pemasangan Traffic Light dan Penataan Lalu Lintas di Kawasan JIIPE

avatar abadinews.id

Gresik,abadinews.id  — Polres Gresik melalui Satuan Lalu Lintas menggelar rapat koordinasi bersama Forum Lalu Lintas yang membahas secara komprehensif rencana pemasangan traffic light serta penataan arus kendaraan di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin, S.T.K., S.I.K., Kanit Kamsel, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

Dalam rapat tersebut, seluruh pihak menyoroti meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi terutama pada jam-jam padat. Insiden yang dominan melibatkan sepeda motor dan kendaraan besar menjadi perhatian khusus, mengingat kawasan JIIPE merupakan jalur mobilitas industri dengan intensitas kendaraan berat yang tinggi.

Baca Juga: Polres Gresik Hadirkan SIM Santri "TRENDI" Layanan Khusus Selama Ramadan 1447 H

 

Melihat kondisi tersebut, Forum Lalu Lintas menilai perlu adanya penataan ulang secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pemasangan rambu-rambu tambahan, peningkatan kualitas marka jalan, serta rekayasa lalu lintas untuk mengurai titik-titik rawan tabrakan dan kemacetan.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah rencana pemasangan traffic light di beberapa persimpangan strategis dalam kawasan JIIPE. Pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) ini diharapkan mampu menertibkan pergerakan kendaraan dan memberikan kepastian prioritas, khususnya pada jam sibuk.

 

Forum juga mempertimbangkan opsi pengalihan arus kendaraan melalui jalur tol untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kecelakaan. Pengalihan ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta pola pergerakan kendaraan di kawasan industri.

Demi memastikan efektivitas kebijakan yang dirumuskan, rapat mengusulkan uji coba penataan lalu lintas selama tiga bulan. Uji coba ini akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah pengaturan baru dapat diberlakukan secara permanen atau memerlukan penyesuaian lanjutan.

 

 

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Nur Arifin menekankan bahwa permasalahan ODOL (Over Dimension Over Load) turut menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih dinilai sangat berbahaya, tidak hanya bagi pengemudinya sendiri tetapi juga bagi pengguna jalan lain.

Baca Juga: Satlantas polres Gresik Rangkul Driver Ojol dalam Operasi Keselamatan Semeru

 

“Penanganan ODOL tidak hanya mengandalkan penindakan di lapangan, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya, pengawasan ketat dari perusahaan angkutan, serta edukasi bagi seluruh pengemudi,” ujar AKP Nur Arifin.

Dukungan Teknologi: CCTV dan Sistem Intelijen Grafis

 

Dalam mendukung efektivitas pengawasan, Polres Gresik juga berkomitmen mengoptimalkan penggunaan kamera CCTV serta sistem intelijen grafis. Teknologi ini membantu petugas dalam memantau arus kendaraan secara real-time, mendeteksi potensi kemacetan, serta merespons insiden dengan cepat.

Baca Juga: Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Gresik Fokuskan Ambulance Road Safety

 

Dengan dukungan integrasi data dan koordinasi antarinstansi, diharapkan pengendalian lalu lintas di kawasan JIIPE dan Jalan Daendels menjadi lebih efektif dan responsif.

Polres Gresik berharap langkah-langkah yang diambil melalui Forum Lalu Lintas ini dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan kondusif, terutama di kawasan industri yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

 

“Keselamatan adalah prioritas utama. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis penataan ini dapat menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” tutup AKP Nur Arifin.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal