abadinews.id, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-733 Kota Surabaya, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Surabaya menggelar Turnamen Golf Surabaya Cup 2026 Piala Wali Kota Surabaya bertema “From Hero To Champion” yang berlangsung meriah di Bukit Darmo Golf. Yang berlangsung selama dua hari mulai Tanggal 16-17 Mei 2026. Turnamen ini menjadi bagian penting dari program pembinaan atlet golf muda sekaligus persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027.
Baca juga: Walikota Surabaya Cup 2026 Resmi Digelar, PGI Surabaya Fokus Pembinaan Atlet Muda
Ketua PGI Surabaya, Syamanta Novan mengatakan bahwa Surabaya Cup 2026 merupakan seri kedua dari rangkaian turnamen yang sebelumnya telah sukses digelar pada seri pertama dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Pada seri kedua ini, PGI Surabaya menggabungkan turnamen dengan Piala Wali Kota Surabaya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga golf di Kota Pahlawan.
Menurut Novan, turnamen ini bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi tolok ukur kemampuan atlet menjelang Porprov 2027. Dari hasil pertandingan, PGI dapat melakukan evaluasi dan pemetaan kemampuan atlet untuk menentukan arah pembinaan ke depan.
“Kami ingin menjadikan series ini sebagai alat ukur sejauh mana kemampuan atlet-atlet kita berkembang. Dari sini nanti akan terlihat rekam jejak mereka dan bagaimana pengembangannya ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejauh ini para juara masih didominasi atlet-atlet yang memang sudah sesuai ekspektasi, baik dari Surabaya maupun kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Namun demikian, PGI Surabaya juga mulai melihat banyak potensi baru bermunculan, terutama dari kategori junior usia dini.
“Saya sangat senang karena di kelas C dan kelas D banyak wajah-wajah baru yang ikut bertanding. Ini menjadi motivasi bagi PGI Surabaya untuk lebih giat lagi mencari bibit atlet sejak usia 10 tahun,” tambahnya.
Novan menyebutkan bahwa para atlet potensial asal Surabaya akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan. Tidak hanya atlet yang berhasil menjadi juara, tetapi juga peserta yang menunjukkan bakat dan perkembangan selama turnamen berlangsung.
“Yang belum juara tetapi punya potensi juga akan kami bina. Turnamen ini memang bagian dari regenerasi atlet golf Kota Surabaya,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu langsung dengan Wali Kota Surabaya dan mendapatkan dukungan penuh terhadap program pembinaan atlet golf. Apalagi pada Porprov sebelumnya, Surabaya berhasil meraih tujuh medali emas dari cabang olahraga golf.
Baca juga: Temui Ketua DPD RI, PGI Jatim Beberkan Optimisme Golf Indonesia Dipegang Ketum Baru
“Harapannya dengan pembinaan yang berkelanjutan, Surabaya bisa kembali menjadi juara umum di Porprov 2027,” katanya.
Target mempertahankan tujuh medali emas tetap menjadi fokus utama PGI Surabaya, terutama di nomor beregu dan single putra-putri.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen, Hennry Darmawan, mengaku cukup terkejut dengan antusiasme peserta, khususnya dari kalangan anak-anak dan junior yang baru pertama kali mengikuti kompetisi.
“Kami awalnya menargetkan minimal 100 peserta, tetapi karena bulan Mei banyak anak menghadapi ujian sekolah, jumlah peserta sekitar 50 orang ini tetap sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Menurut Henry, kehadiran banyak atlet muda menjadi sinyal positif bahwa proses pembinaan golf di daerah berjalan cukup baik. Ia menilai turnamen seperti ini penting untuk membangun mental bertanding dan mempererat hubungan antara atlet, pengurus, serta orang tua.
“Kami ingin ke depan ada komunikasi yang lebih intens dengan atlet maupun orang tua mereka. Jadi bukan hanya soal pertandingan, tetapi bagaimana membangun mental dan kekompakan mereka,” jelasnya.
Peserta turnamen sendiri tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari beberapa daerah lain seperti Kediri, Malang, hingga Jember. PGI Surabaya bahkan telah mengirim undangan ke berbagai daerah di Indonesia, meskipun beberapa atlet memilih mengikuti turnamen lain yang digelar berdekatan waktunya di Makassar.
Henry berharap seri-seri berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak peserta dari berbagai daerah sehingga proses pembinaan atlet golf usia muda semakin berkembang.
“Ini menjadi lahan pembinaan yang luar biasa. PGI punya tanggung jawab untuk terus mengembangkan bakat dan talenta muda agar lahir atlet-atlet golf berprestasi di masa depan,” pungkasnya.(Red)
Editor : Redaksi