Kadindik Jatim Tekankan Disiplin dan Gaya Hidup Berkelanjutan di SMKN 1 Ampelgading

Reporter : Dani

abadinews.id,Malang - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, bertindak sebagai inspektur upacara (IRUP) dalam pelaksanaan upacara bendera di SMKN 1 Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Senin (30/3). Upacara ini menjadi momentum penting sebagai pelaksanaan pertama setelah libur panjang perayaan Imlek dan Idul Fitri, sekaligus menjadi titik awal penguatan kembali disiplin, semangat belajar, serta komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

 

Baca juga: Kadis Pendidikan Jatim Apresiasi Peraih Medali LKS Jatim XXXIV 2026, Dorong Lahirnya Generasi Unggul

Kegiatan upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Kehadiran langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menjadi bentuk perhatian dan komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan bahwa proses pembelajaran di satuan pendidikan berjalan optimal pasca masa libur panjang.

 

Dalam amanatnya, Aries Agung Paewai menyampaikan sejumlah pesan strategis yang merupakan arahan dari Gubernur Jawa Timur. Ia menekankan bahwa kedisiplinan harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan sekolah. Menurutnya, kedisiplinan tidak hanya terbatas pada kehadiran tepat waktu, tetapi juga mencakup sikap tanggung jawab, konsistensi dalam belajar, serta etika dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.

 

“Kedisiplinan adalah kunci utama dalam meraih keberhasilan. Setelah libur panjang, kita harus kembali menata ritme belajar dengan lebih baik, menjaga semangat, dan meningkatkan komitmen dalam menjalankan kewajiban sebagai pelajar maupun pendidik,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Kadindik Jatim menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kualitas interaksi antara guru dan siswa, serta memastikan proses pembelajaran berjalan secara maksimal. Ia juga mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik.

 

Selain penekanan pada aspek kedisiplinan, Aries Agung Paewai juga mengangkat isu penting terkait pembangunan budaya hidup berkelanjutan di lingkungan satuan pendidikan. Ia mengajak seluruh warga sekolah untuk mulai menerapkan kebiasaan ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

 

Menurutnya, langkah-langkah sederhana dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten. Ia mencontohkan kebiasaan mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan, menghemat penggunaan air, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

 

Dalam hal ini, siswa didorong untuk mulai membiasakan diri menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki atau bersepeda bagi yang jarak rumahnya dekat. Selain itu, praktik carpooling atau berangkat bersama teman juga dianjurkan sebagai bentuk efisiensi energi sekaligus upaya memperkuat kebersamaan di kalangan pelajar.

Baca juga: Komitmen Pemerintah Perkuat Pengembangan Atlet Muda melalui Pendidikan Terintegras 

 

“Sekolah harus menjadi pelopor dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan. Tidak perlu menunggu program besar, cukup dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Kadindik Jatim juga menyampaikan kebijakan terkait pembatasan penggunaan gadget di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih fokus, sehat, dan produktif. Ia menilai bahwa penggunaan perangkat digital yang tidak terkontrol dapat menjadi distraksi yang mengganggu konsentrasi siswa, bahkan berdampak pada kesehatan mental dan interaksi sosial.

 

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pembatasan ini bukan berarti melarang penggunaan teknologi secara total. Sebaliknya, teknologi tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, selama digunakan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

 

Baca juga: Jatim Konsisten Terdepan SNBP, Musrenbang 2027 Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

“Kita ingin menciptakan keseimbangan. Teknologi tetap penting, tetapi penggunaannya harus terarah dan tidak mengganggu proses belajar. Sekolah harus mampu mengatur ini dengan baik,” jelasnya.

 

Aries Agung Paewai juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjadi teladan dalam penerapan disiplin, gaya hidup berkelanjutan, serta penggunaan teknologi yang bijak. Ia menekankan bahwa peran guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Momentum upacara bendera ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan penguatan nilai-nilai penting dalam dunia pendidikan. Pasca libur panjang, seluruh warga sekolah diharapkan mampu kembali fokus, meningkatkan semangat belajar, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berkelanjutan.

 

Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dan siswa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis bahwa kualitas pendidikan akan terus meningkat, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berintegritas.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru