abadinews.id,Surabaya– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Provinsi Jawa Timur woodbal pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, pada tanggal 6–10 Juli 2026 di Jakarta pekan lalu.Kontingen Jawa Timur sukses keluar sebagai Juara Umum
Sekertaris Umum(Sekum) Woodbal Provinsi Jawa Timur Nurul Hidayati menjelaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berjenjang sejak awal tahun. Jawa Timur mengirimkan total 67 orang kontingen yang terdiri dari 60 atlet, tiga pelatih, dan empat ofisial, mewakili provinsi dalam Kejurnas yang dikuti oleh 223 atlet dari 16 provinsi seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah kami menjadi kontingen terbanyak dan berhasil meraih 10 emas, 8 perak, serta 5 perunggu dari nomor seni, junior, maupun senior. Hasil tersebut mengantarkan Jawa Timur menjadi Juara Umum Kejurnas tahun ini," ujarnya.Sabtu(18/7/26)
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan diperoleh secara instan. Persiapan dimulai melalui Kejuaraan Provinsi di Tulungagung pada April 2026, kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Jatim Open National pada Mei 2026. Dari dua ajang tersebut, tim pelatih melakukan seleksi ketat untuk menentukan atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Jawa Timur di Kejurnas.
Setelah proses seleksi, para atlet menjalani pemusatan latihan bersama di Jenggolo pada akhir Juni. Program latihan tersebut difokuskan untuk menyatukan kemampuan para atlet sekaligus mematangkan strategi menghadapi persaingan nasional.
Ia mengapresiasi dukungan besar dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui KONI Jawa Timur beserta jajarannya yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet.
"Kami sangat bersyukur karena mendapat dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, KONI Jawa Timur, serta seluruh pihak yang memberikan motivasi kepada anak-anak. Dukungan itu membuat para atlet semakin percaya diri hingga akhirnya mampu mempersembahkan gelar juara umum," katanya.
Selain sukses di Kejurnas, Woodbal Jawa Timur kini mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda yang lebih besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Meski kepastian cabang olahraga tersebut masih menunggu keputusan pemerintah pusat, pihaknya tetap menjalankan program latihan secara berkesinambungan agar para atlet selalu berada dalam kondisi terbaik.
"Kami masih menunggu keputusan resmi dari pusat terkait pelaksanaan PON. Informasi terakhir yang kami terima peluangnya cukup besar cabang ini akan dipertandingkan, sehingga kami tetap menjaga kesiapan atlet," jelasnya.
Tak hanya itu, prestasi Jawa Timur juga berlanjut di level internasional. Sebanyak lima atlet terbaik Jawa Timur resmi dipanggil memperkuat Tim Nasional Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia Woodball 2026 di Perlis,Malaysia.
Kelima atlet tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Situbondo, Probolinggo, Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan.Mereka merupakan atlet-atlet hasil seleksi nasional yang dinilai memiliki performa terbaik dan berhak mengenakan seragam Merah Putih di ajang dunia.
"Anak-anak ini merupakan atlet pilihan yang ditetapkan oleh Woodball Indonesia. Sebagian memang sudah memiliki pengalaman bertanding, namun sebagian lainnya baru pertama kali mendapat kesempatan tampil di luar negeri. Meski demikian, mereka memiliki kualitas dan jam terbang yang baik sehingga layak memperkuat Indonesia," ungkapnya.
Sebagai persiapan menuju World Cup, seluruh atlet jatim yang masuk Timnas telah dikumpulkan dalam pemusatan latihan di Jenggolo. Program latihan intensif akan berlangsung hingga menjelang keberangkatan ke Malaysia yang direncanakan sekitar Tanggal 24 sampai 30 Juli 2026 menyesuaikan jadwal resmi dari pengurus pusat.
Pemusatan latihan difokuskan pada peningkatan teknik, mental bertanding, serta adaptasi menghadapi lawan-lawan internasional yang dinilai memiliki kualitas tinggi.
Ia berharap pengalaman bertanding di level dunia akan menjadi bekal berharga bagi para atlet muda Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
"Kami tidak ingin membebani anak-anak dengan target berlebihan. Yang terpenting mereka mampu tampil maksimal, mendapatkan pengalaman internasional, dan memperbaiki performa. Semoga mereka dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia," tuturnya.
Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk memberikan doa dan dukungan kepada para atlet yang akan membawa nama bangsa di World Cup woodball Malaysia 2026
"Prestasi Juara Umum Kejurnas menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Jawa Timur berjalan dengan baik. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar lima atlet Jawa Timur yang memperkuat Timnas mampu mengharumkan nama Indonesia di World Cup Woodball Malaysia dan kembali membawa prestasi membanggakan bagi bangsa," pungkasnya.(Red)
Editor : Redaksi