abadinews.id, Surabaya – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka menjalankan fungsi legislasi serta pengawasan di tingkat nasional.
Baca Juga: Abadinews.id Sambut Kepulangan Ning Lia Istifhama, Doa dan Harapan Mengiringi Hajjah Mabrurah
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi rapat Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI, Ning Lia melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Bank Jatim guna menghimpun berbagai masukan strategis terkait sektor perbankan daerah, penguatan ekonomi, hingga pelayanan keuangan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi konstruktif dalam membangun kesamaan persepsi mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi perbankan daerah di tengah dinamika perekonomian nasional. Masukan dari dunia perbankan dinilai penting sebagai bahan pertimbangan dalam proses penyusunan maupun penyempurnaan regulasi yang sedang dibahas di tingkat DPD RI.
Ning Lia menegaskan bahwa penyusunan kebijakan dan regulasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan komunikasi intensif dengan para pelaku usaha, lembaga keuangan, pemerintah daerah, hingga masyarakat agar setiap produk hukum benar-benar mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
"Sinergi menjadi kunci dalam menghadirkan regulasi yang adaptif, solutif, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Jatim sebagai salah satu institusi keuangan daerah yang memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan bank pembangunan daerah memiliki posisi penting dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, pembangunan daerah, hingga peningkatan inklusi keuangan. Oleh sebab itu, berbagai masukan yang diperoleh dari jajaran Bank Jatim akan menjadi bagian dari bahan kajian dalam rapat PPUU DPD RI.
Menurut Ning Lia, kebijakan yang baik harus lahir dari dialog yang terbuka dan berbasis pada kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan hukum, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Perkuat Silaturahmi,Lia Istifhama Tingkatkan Semangat Pengabdian bagi Masyarakat Jawa Timur
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan daya saing perbankan daerah, digitalisasi layanan keuangan, dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global.
Ning Lia menilai pengalaman dan praktik yang dijalankan Bank Jatim selama ini dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan berbagai rekomendasi kebijakan di tingkat nasional. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jatim dinilai memiliki pengalaman panjang dalam mendukung pembangunan ekonomi Jawa Timur melalui berbagai program pembiayaan dan inovasi layanan.
Sementara itu,Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan DPD RI. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga legislatif dan sektor perbankan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebijakan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Baca Juga: Lia Istifhama Tekankan Peran Budaya Jawa Timur sebagai Engine of Growth Nasional
Bank Jatim juga menyatakan kesiapan untuk terus memberikan masukan dan data yang diperlukan sebagai bahan penyusunan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan penguatan sektor keuangan daerah, pemberdayaan UMKM, serta percepatan pertumbuhan ekonomi regional.
Melalui koordinasi tersebut, diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat peran perbankan daerah sekaligus menghadirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Bagi Ning Lia, membangun komunikasi lintas sektor bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan kebijakan yang lebih inklusif, berbasis aspirasi, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah maupun nasional. Sinergi yang terjalin antara DPD RI dan Bank Jatim diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan regulasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur serta Indonesia secara keseluruhan.(Red)
Editor : Redaksi