Dari Tangis di Tepi Kolam Menuju Podium Internasional, M.Hafiz Jadi Harapan Baru Loncat Indah Jatim

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya – Tak banyak yang menyangka bocah berusia delapan tahun yang dahulu menangis setiap kali ditinggal ibunya di kolam latihan, kini telah berdiri di podium kejuaraan internasional. Dalam waktu kurang dari satu tahun menekuni olahraga loncat indah,M. Hafiz Dhiaurrahman sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih satu medali perak dan satu medali perunggu pada Pari Sakti Diving International Competition 2026yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 29 Juni–2 Juli 2026.

 

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Timur kembali memiliki bibit atlet potensial di cabang olahraga loncat indah. Hafiz yang baru berlatih sekitar tujuh bulan mampu bersaing dengan atlet-atlet dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Sebelumnya, ia juga berhasil menembus peringkat keempat pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah Jawa Timur 2026, sebuah capaian yang dinilai luar biasa bagi atlet yang masih tergolong pemula.

 

Perjalanan Hafiz menuju podium tidaklah instan. Di balik dua medali yang kini menghiasi lemari prestasinya, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yang harus mengalahkan rasa takut sebelum mampu menaklukkan papan loncat.

 

Pelatih Kepala Loncat Indah PON XXII Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, menjadi saksi perkembangan pesat Hafiz sejak pertama kali bergabung di tempat latihan.

 

"Baru sekitar tujuh bulan berlatih, tetapi progresnya sangat baik. Di Kejurprov dia sudah masuk empat besar, kemudian pada kejuaraan nasional pertamanya langsung meraih satu perak dan satu perunggu. Itu pencapaian yang luar biasa untuk atlet pemula," ujar Ronaldy.

 

Menurutnya, perubahan terbesar justru terjadi pada sisi mental. Saat pertama kali datang ke kolam loncat indah, Hafiz masih sering menangis karena belum siap berpisah dengan sang ibu. Bahkan beberapa kali ia meminta pulang sebelum latihan dimulai.

 

Namun seiring waktu, keberanian itu tumbuh. Hafiz mulai menikmati setiap sesi latihan, semakin percaya diri saat berdiri di ujung papan loncat, hingga akhirnya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berbagai kejuaraan.

 

"Awalnya masih takut, sering menangis kalau ditinggal ibunya. Sekarang mentalnya sudah jauh lebih berani. Dia selalu mengikuti instruksi pelatih, gerakannya semakin tegas, keberaniannya meningkat, dan teknik dasar sudah dikuasai dengan baik," jelas Ronaldy.

 

Melihat perkembangan tersebut, tim pelatih kini mulai menyiapkan Hafiz untuk mempelajari teknik-teknik loncatan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sebagai bagian dari program regenerasi atlet loncat indah Jawa Timur menuju berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

 

Ronaldy optimistis, apabila proses pembinaan berjalan konsisten dan dukungan keluarga terus mengalir, Hafiz memiliki peluang besar menjadi atlet andalan Jawa Timur pada masa mendatang.

 

"Saya berharap orang tuanya terus memberikan dukungan. Dengan latihan yang konsisten, bukan tidak mungkin Hafiz menjadi juara nasional bahkan internasional," katanya.

 

Di balik kesuksesan Hafiz, ada peran besar keluarga yang tak pernah lelah memberikan semangat. Sang ibu, Arie Cahyati Solicha, mengenang awal putranya mengenal olahraga loncat indah. Berawal dari rekomendasi seorang tetangga yang melihat keberanian Hafiz bermain air, ia mulai mengikuti latihan pada 1 Agustus 2025

 

Namun lima bulan pertama bukanlah masa yang mudah. Hampir setiap hari latihan diwarnai dengan berbagai alasan agar tidak berangkat ke kolam.

 

"Di keluarga kami menyebutnya selalu ada drama. Ada saja alasan supaya tidak latihan. Tapi setelah ikut Kejurprov dan masuk empat besar, dia mulai menikmati olahraga ini. Sekarang setiap latihan selalu semangat," tutur Arie sambil tersenyum.

 

Keberhasilan membawa pulang dua medali dari Jakarta menjadi hadiah manis atas kerja keras Hafiz selama berbulan-bulan. Prestasi itu sekaligus menjadi motivasi bagi keluarga untuk terus mendampingi setiap langkahnya mengejar mimpi.

 

"Kami berharap hasil ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih. Semoga cita-citanya menjadi atlet loncat indah berprestasi sekaligus menjadi anggota TNI bisa terwujud," harapnya.

 

Bagi Hafiz, dua medali internasional tersebut bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal menuju cita-cita yang lebih besar. Di usianya yang masih delapan tahun, ia telah menunjukkan bahwa keberanian, disiplin, dan ketekunan mampu mengubah rasa takut menjadi prestasi. Jawa Timur pun kini memiliki harapan baru di cabang olahraga loncat indah, sosok muda yang diproyeksikan menjadi bagian dari regenerasi atlet menuju panggung nasional hingga internasional.

Profil Singkat M. Hafiz Dhiaurrahman

* Nama:M. Hafiz Dhiaurrahman

* Tempat, Tanggal Lahir: Surabaya, 18 Agustus 2017

* Usia:8 Tahun

* Sekolah:SDIT Permata, Pakal, Surabaya

* Kelas: II SD

*Cabang Olahraga: Loncat Indah

*Prestasi 2026:

* Medali Perak Pari Sakti Diving International Competition 2026

 * Medali Perunggu Pari Sakti Diving International Competition 2026

* Peringkat IV Kejurprov Loncat Indah Jawa Timur 2026

*Cita-cita Menjadi atlet loncat indah berprestasi dan anggota TNI.

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal