Kekosongan Percasi Surabaya,Tetap Bersinar di Kancah Catur Dunia Di Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE

avatar abadinews.id

abadinews.id, Surabaya – Turnamen catur "Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz" sukses digelar dengan kemasan bertaraf internasional. Kejuaraan yang diikuti sebanyak 480 peserta dari tiga negara, yakni Indonesia, Uzbekistan, dan Australia ini menjadi ajang strategis bagi para pecatur untuk mengejar rating internasional sekaligus mengasah kemampuan bertanding.

 

Baca Juga: Antusiasme Membludak di Tengah Kekosongan Percasi, Budi Leksono Dorong Revolusi Pecatur Putri Surabaya

Mantan Ketua Percasi Surabaya, Budi Leksono, mengatakan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar turnamen biasa, melainkan menjadi wadah penting bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi dan memperoleh pengakuan di level dunia.

 

"Event ini bertujuan untuk menstimulasi atlet agar bisa meraih rating internasional. Banyak peserta yang mengikuti turnamen ini mulai dari usia 10 tahun hingga kategori veteran. Bahkan sejumlah master internasional juga turut ambil bagian dalam pertandingan," ujar Budi.

 

Menurutnya, penyelenggaraan Piala Wali Kota Surabaya tahun ini merupakan langkah besar karena untuk pertama kalinya dikemas dalam format internasional dengan standar Federasi Catur Dunia (FIDE).

 

"Kalau sebelumnya total peserta mencapai sekitar seribu orang, kali ini kejuaraan dikemas secara internasional dengan standar FIDE dan bersifat terbuka (open). Ini menjadi kesempatan bagi atlet Surabaya maupun daerah lain untuk mengukur kemampuan melawan pecatur dari berbagai daerah dan negara," katanya.

 

Budi menegaskan, meskipun saat ini kepengurusan Percasi Surabaya masih mengalami kekosongan, hal tersebut tidak boleh menghentikan pembinaan dan pengembangan olahraga catur di Kota Pahlawan.

 

"Kita tidak melihat adanya kekosongan kepengurusan sebagai hambatan. Yang terpenting adalah bagaimana catur di Surabaya tetap bergerak dan eksis. Pembinaan harus terus berjalan demi mencari bibit-bibit baru," tegasnya.

 

Ia berharap persoalan organisasi dapat segera mendapat perhatian dan solusi agar tidak berdampak terhadap perkembangan catur di Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu barometer catur nasional.

 

Sementara itu, Tri Indrawanto, mantan Bidang Organisasi Percasi Surabaya, menilai potensi atlet catur Surabaya sangat besar sehingga konsistensi penyelenggaraan turnamen harus terus dijaga.

 

"Atlet catur Surabaya memiliki potensi yang sangat tinggi. Apapun kondisinya, mereka harus memiliki wadah untuk menyalurkan dan menguji kemampuan. Setiap event, baik lokal, nasional maupun internasional, menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melihat perkembangan para atlet," ungkap Tri.

 

Menurut Tri, kehadiran Piala Wali Kota Surabaya memberikan dampak positif karena tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan antaratlet sekaligus meningkatkan motivasi untuk terus berprestasi.

 

"Yang paling penting adalah para atlet memiliki kesempatan untuk terus berkembang. Dengan adanya turnamen seperti ini, mereka dapat mengukur kemampuan, meningkatkan jam terbang, dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi," pungkasnya.

 

Turnamen Piala Wali Kota Surabaya Cap Kapal Checkmate Rapid FIDE Rated & Blitz juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, pelaku UMKM, serta sektor perhotelan. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus mendorong lahirnya pecatur-pecatur berprestasi dari Surabaya menuju level nasional maupun internasional.

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal