abadinews.id,Surabaya – Upaya memperkuat kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional terus dilakukan. Salah satunya melalui penguatan pendidikan vokasi berbasis digital yang kini mulai difokuskan pada sektor pekerja migran Indonesia (PMI).
Baca Juga: Khofifah dan Aries Agung Paewai Tinjau Kesiapan Layanan SPMB di Surabaya
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerima kunjungan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam rangka membahas digitalisasi ekosistem kelembagaan vokasi bagi calon dan pekerja migran Indonesia.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap dinamika kebutuhan global. Pembahasan difokuskan pada integrasi teknologi digital dalam pengelolaan lembaga vokasi, penguatan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi peserta didik, hingga kesiapan lulusan agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan vokasi merupakan kebutuhan mendesak di era globalisasi. Menurutnya, sistem pendidikan yang terintegrasi dengan teknologi akan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kompetensi berstandar internasional.
Baca Juga: SMKN 3 Surabaya Sembelih 6 Hewan Kurban, Kadindik Jatim Tinjau Langsung Pelaksanaan Iduladha
“Digitalisasi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang modern dan responsif. Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, lulusan kita diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan industri global,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri internasional. Hal ini dinilai krusial dalam menyiapkan pekerja migran yang profesional, terampil, serta memiliki perlindungan yang memadai saat bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan LAN RI Bahas Penguatan Kapasitas di Era Digital
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ekosistem vokasi yang berbasis teknologi, inklusif, dan berorientasi global. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia agar lebih kompetitif dan memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar kerja internasional.
Melalui sinergi yang berkelanjutan, Jawa Timur optimistis dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan vokasi unggulan yang mampu mencetak tenaga kerja profesional dan siap bersaing di tingkat global, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk berkiprah di berbagai negara.(Red)
Editor : Redaksi