abadinews.id.Surabaya — Kompetisi pembinaan bola basket usia dini kembali digelar menjadi bukti nyata tingginya gairah perkembangan bola basket di Jawa Timur. Kompetisi yang dipusatkan di wilayah Surabaya tersebut diikuti oleh sekitar 100 tim dengan total mencapai 1.700 atlet, menjadikannya salah satu liga daerah dengan partisipasi terbesar.
Baca Juga: Liga Jatim Zona Utara Sesi 1 Resmi Digelar,Perbasi Jatim Fokus Pembinaan Pebasket Usia Dini
Liga ini mempertandingkan beberapa kelompok usia, yakni KU-10, KU-12 putra dan putri, serta KU-14 putri. Peserta berasal dari berbagai sekolah basket dan akademi di wilayah Zona Utara Jawa Timur, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi terhadap pembinaan olahraga basket sejak usia dini.
Kompetisi yang berlangsung sejak tanggal 28 Maret dan dijadwalkan berakhir pada tanggal 12 April 2026 sebagai partai final. Padatnya jadwal pertandingan menjadi konsekuensi dari tingginya jumlah peserta, sehingga panitia harus menyusun agenda secara efisien agar seluruh rangkaian pertandingan dapat terselesaikan tepat waktu.
Khusus dari Surabaya, tercatat sebanyak 22 klub turut ambil bagian. Banyaknya jumlah klub dari kota ini menjadi salah satu faktor membludaknya peserta di Zona Utara.
Selain itu, kehadiran peserta dari luar Surabaya juga menjadi pertimbangan penting dalam penjadwalan. Panitia berupaya memastikan pertandingan tidak berlangsung terlalu lama guna menjaga efektivitas dan kenyamanan seluruh tim.
Ketua Umum Perbasi Jawa Timur Grace Evi Ekawati, yang akrab disapa Mama Evi. Mengatakan Empat Zona Berjalan Serentak Liga Jatim tahun ini menerapkan sistem pembagian wilayah menjadi empat zona, yang seluruhnya berjalan secara paralel. Selain Zona Utara, terdapat juga zona lain seperti wilayah Timur dan Tengah yang saat ini juga tengah menggelar pertandingan.
"Mama Evi Menjelaskan bawah Untuk wilayah Tengah, babak final bahkan dijadwalkan berlangsung hingga bulan Mei, menyesuaikan dengan jumlah peserta dan dinamika kompetisi di daerah tersebut.ucapnya Pada saat wawancara bersama Media(2/4/26)
"Sistem zonasi ini diterapkan sebagai bentuk pemerataan kompetisi sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi klub-klub di berbagai daerah untuk berpartisipasi.ujar
Ia juga berharap Seleksi Menuju Level Nasional Liga Jatim tidak hanya menjadi ajang kompetisi daerah, tetapi juga berfungsi sebagai jalur seleksi menuju kejuaraan nasional. Tim-tim terbaik dari masing-masing zona akan disaring untuk mewakili Jawa Timur di tingkat yang lebih tinggi.
Jumlah tim yang akan lolos ke tingkat nasional bergantung pada kuota yang diberikan. Jika Jawa Timur mendapatkan jatah empat tim, maka posisi juara hingga peringkat keempat berpeluang untuk melaju ke tahap selanjutnya.
Dengan sistem ini, Liga Jatim menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet sekaligus penyaringan talenta terbaik dari daerah.
Baca Juga: Basket Jawa Timur Bangkit, Ketua DPD Perbasi Fokus Benahi Infrastruktur
Dari Uji Coba ke Kompetisi Penuh Liga Jatim sejatinya telah mulai dirintis sejak tahun 2025, namun pada saat itu pelaksanaannya masih terbatas hanya di wilayah Tengah.
Tahun ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya seluruh zona di Jawa Timur ikut berpartisipasi secara penuh. Hal ini menandai kemajuan signifikan dalam pengembangan ekosistem bola basket di provinsi tersebut.
Ke depan, berdasarkan hasil rapat kerja tahunan, sistem kompetisi akan kembali disesuaikan dengan zona masing-masing mulai tahun 2027,Kebijakan ini diambil untuk menjaga keseimbangan kompetisi serta mendorong kemandirian setiap wilayah.
Seiring berkembangnya basket sebagai sebuah industri, penyelenggaraan kompetisi kini tidak lagi bisa dilakukan secara sembarangan. Standar kualitas menjadi perhatian utama, terutama dalam aspek keselamatan atlet.
Penyelenggara menegaskan bahwa setiap event harus memenuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari kondisi lapangan yang tidak licin hingga keamanan area di sekitar pertandingan.
Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka penyelenggara tidak akan memberikan rekomendasi pelaksanaan. Hal ini menjadi langkah tegas untuk melindungi atlet sebagai aset penting dalam dunia olahraga.
Berbeda dengan masa sebelumnya yang masih memberikan toleransi terhadap berbagai keterbatasan, saat ini pendekatan yang diambil lebih mengedepankan profesionalisme dan kualitas penyelenggaraan.
Jawa Timur, khususnya Surabaya, juga tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pada tahun 2027. Dengan fasilitas yang dinilai lengkap dan memadai, wilayah ini diyakini mampu menyelenggarakan event berskala besar dengan baik.
Peran sebagai tuan rumah tidak hanya soal prestasi, tetapi juga bagaimana menjadi penyelenggara yang mampu menghadirkan kompetisi berkualitas tinggi, aman, dan profesional.
Melalui Liga Jatim, diharapkan fondasi menuju penyelenggaraan yang lebih besar di masa depan dapat semakin kuat, sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Jawa Timur.(Red)
Editor : Redaksi