Sosialisasi SPMB 2026 Harus Masif dan Inovatif, Kadindik Jatim Tekankan Transparansi

avatar abadinews.id

abadinews.id,Surabaya - Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, menegaskan pentingnya pelaksanaan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara masif, terstruktur, dan menyeluruh di seluruh wilayah Jawa Timur.

 

Baca Juga: SMKN 3 Surabaya Sembelih 6 Hewan Kurban, Kadindik Jatim Tinjau Langsung Pelaksanaan Iduladha

Penegasan tersebut disampaikan dalam pembahasan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB 2026 bersama jajaran pendidikan. Aries mengingatkan agar tidak ada lagi informasi yang disampaikan secara setengah-setengah atau berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

 

“Jangan sampai ada kesalahpahaman dalam proses pendaftaran. Informasi harus lengkap, transparan, dan mudah dipahami oleh peserta didik maupun orang tua,” tegasnya.

 

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB sangat ditentukan oleh efektivitas sosialisasi. Karena itu, ia meminta seluruh satuan pendidikan tidak hanya membacakan juknis secara formal, tetapi mampu mengemas informasi dengan cara yang lebih komunikatif dan kreatif.

Baca Juga: Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan LAN RI Bahas Penguatan Kapasitas di Era Digital

 

Sejumlah strategi pun direkomendasikan, mulai dari pemanfaatan podcast sekolah, pembuatan infografis visual yang menarik, hingga optimalisasi media sosial dan platform digital lainnya. Pendekatan tersebut dinilai lebih sesuai dengan perkembangan zaman serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan cepat.

 

Aries juga menekankan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan SPMB 2026. Dengan informasi yang jelas dan terbuka, masyarakat diharapkan dapat memahami alur pendaftaran, persyaratan, hingga mekanisme seleksi secara utuh.

Baca Juga: Jatim Perkuat SDM Global, 3.000 Lulusan SMK dan 600 LKP Siap Kerja ke Luar Negeri

 

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Dinas Pendidikan Jawa Timur dalam menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang akuntabel dan ramah publik. Pemerintah provinsi berharap proses SPMB tahun ajaran 2026 dapat berjalan tertib, adil, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon peserta didik.

Melalui pendekatan inovatif dan sosialisasi yang menyeluruh, SPMB 2026 di Jawa Timur diharapkan menjadi momentum penguatan tata kelola pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing.(Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal