Pernyataan Resmi Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Kasus Adimas Firdaus "PELANGGARAN BERAT"

avatar abadinews.id

Surabaya,abadinews.id - Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) dengan ini menyampaikan sikap resmi institusi terkait beredarnya sebuah video yang diunggah oleh Saudara Adimas Firdaus(Resbob)melalui akun media sosial TikTok. Video tersebut memuat pernyataan yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang Menghina Suku Sunda berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.

 

Di kutip@uwksmediacenter Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Prof.Dr.Ir.Rr.Nugrahini Susantinah Wisnujati,M.Si menyatakan bahwa Adimas Firdaus(Resbob) Merupakan Memang Mahasiswa UWKS Fakultas Fisip semester 3,mahasiswa ini tidak pernah mengikuti pembelajaran di kampus secara penuh 

 

"Saat ini pihak universitas telah melakukan penilaian dan klarifikasi secara internal terhadap peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penelaahan dan Keputusan Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, tindakan yang dilakukan oleh yang bersangkutan dikategorikan sebagai "PELANGGARAN BERAT " terhadap peraturan akademik, kode etik mahasiswa, serta nilai-nilai dasar yang dijunjung tinggi oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.ucap Rektor 

 

Sehubungan dengan hal tersebut, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya akan segera mengambil tindakan lanjutan sesuai dengan ketentuan dan peraturan akademik yang berlaku, termasuk sanksi administratif dan/atau bentuk pembinaan lain sebagaimana diatur dalam peraturan internal universitas.ujarnya

 

Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menegaskan bahwa kampus senantiasa mengedepankan prinsip toleransi, kebhinekaan, persatuan, dan penghormatan terhadap perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya akademik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya serta menjadi landasan dalam seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menegaskan bahwa konten video yang beredar tersebut tidak mencerminkan sikap, pandangan, maupun nilai-nilai institusional Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Tindakan individu yang bersangkutan merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat dikaitkan dengan identitas atau budaya akademik yang ada di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Lebih lanjut, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap upaya penegakan aturan, pembinaan, serta peneguhan nilai-nilai etika dan moral di lingkungan kampus. Hal ini dilakukan demi menjaga suasana akademik yang kondusif, berintegritas, serta menjunjung tinggi persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Universitas Wijaya Kusuma Surabaya juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjaga etika berkomunikasi, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan dan saling menghormati dalam setiap bentuk ekspresi, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.

Demikian pernyataan resmi ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepada publik. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga marwah akademik serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan kampus yang damai, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.Ujar Rektor (Red)

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal