PLTA Sutami dan peran strategisnya dalam sistem kelistrikan di Jawa Timur

avatar abadinews.id

Malang,abadinews.id – PLTA Sutami yang dikelola PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas menjadi salah satu tulang punggung penyedia energi bersih di Jawa Timur. Dengan kapasitas terpasang 3 x 35 MW, pembangkit listrik tenaga air ini tidak hanya mendukung pasokan listrik, tetapi juga memegang peran vital sebagai unit black start. Artinya, bila terjadi pemadaman total (blackout), proses pemulihan sistem kelistrikan Jawa Timur dimulai dari PLTA Sutami.

Senior Manager UP Brantas, Arfan, menegaskan bahwa kinerja PLTA Sutami tahun ini didukung curah hujan yang cukup baik. Hal itu membuat proyeksi produksi listrik hingga akhir 2025 diperkirakan melampaui target.

Baca Juga: Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

“Target produksi mencapai sekitar 1.400 GWh (gigawatt hour), dan kami optimistis capaian ini dapat direalisasikan. Namun, keberhasilan itu tentu sangat terkait dengan keberlanjutan lingkungan, khususnya kondisi kawasan tangkapan air di Malang Raya dan sekitarnya,” jelas Arfan.

Ia menambahkan, ketersediaan air sangat ditentukan oleh ekosistem yang terjaga. Karena itu, konservasi menjadi bagian integral dari operasional PLTA. PLN NP UP Brantas rutin melakukan penghijauan di daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah hulu, bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta (PJT), Dinas Lingkungan Hidup, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal.

Selain menjaga keandalan PLTA, PLN juga menyiapkan inovasi energi terbarukan lain di Waduk Sutami. Salah satunya adalah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung dengan kapasitas belasan hingga puluhan MWp. Desain awalnya akan memanfaatkan 10–20ri luas genangan waduk.

Baca Juga: PLN Siaga Penuh Jaga Keandalan Listrik Saat Sholat Idulfitri 1447 H di Berbagai Daerah di Jawa Timur

“PLTS terapung ini diharapkan menjadi simbol dan branding energi bersih Jawa Timur, dengan memadukan kekuatan tenaga air dan tenaga surya. Saat ini proyek masih dalam tahap perizinan dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2027 jika proses berjalan lancar,” kata Arfan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, menyoroti pentingnya sistem transmisi sebagai infrastruktur kritis. Ia menyebut, kondisi transmisi di wilayah Malang dan sekitarnya saat ini masih dalam batas keandalan, namun pengembangan tetap dibutuhkan.

“Transmisi ibarat jalan tol listrik. Investasinya besar, sehingga perlu perencanaan yang matang dan terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional agar efisien dan berkelanjutan,” ujar Ika.

Baca Juga: PLN UID Jawa Timur Perkuat Sinergi dengan Media melalui Buka Puasa di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah

Dengan strategi penguatan PLTA, rencana PLTS terapung, dan pengembangan jaringan transmisi, PLN menegaskan komitmennya mendukung transisi energi bersih sekaligus menjaga ketahanan listrik di Jawa Timur.(Red)

 

Editor : Redaksi

abadinews.id horizontal

Berita Lainnya

abadinews.id horizontal