Keluarga Sumba Gelar Reuni Akbar, Temu Kangen di Surabaya

Keluarga Sumba Gelar Reuni Akbar, Temu Kangen di Surabaya

Mommy Katrin Wimpie didampingi ketua panitia persatuan Sumba Grace Yonathan dan Madam Merry Lios

Abadinews.id, Surabaya - Sumba merupakan destinasi exotic Indonesia dan menjadi legendaris budaya yang terkenal di dunia. Ragam Kebhinekaan masih erat terjalin bagi suku Sumba, terbukti dengan pagelaran Reuni Akbar yang diadakan oleh persatuan Sumba.

Mommy Katrin Wimpie didampingi peserta Persatuan Sumba Madam Merry Lios menceritakan kebanggaan terhadap masyarakat Sumba. Reuni Akbar ini, sempat tertunda selama 2 tahun. Namun semakin erat terjalin persaudaraan diantara mereka. Senin malam (04/09).

Saat diwawancarai oleh media, salah satu peserta Persatuan Sumba Madam Merry Lios menuturkan, hari ini kami menggelar kegiatan Reuni.

"Reuni ini dalam rangka temu kangen keluarga Sumba, karena sudah tiga tahun tidak pernah kumpul terus mereka kangen minta kumpul. Kegiatan diisi dengan menyanyi, menari, dance, keseruan game dan ditutup dengan ramah tamah," tuturnya.

Menurutnya, Kain Tenun Ikat khas Sumba menjadi dresscode kegiatan malam ini. Tujuan dari pertemuan ini, tetap menjalin keakraban. Terus semua saling memelihara kekeluargaan, kangen - kangenan. Semua yang hadir ini ada yang membawa keluarga, ada yang membawa keponakan. Ada yang duduk satu meja family, ada yang satu marga, ada yang beda.

"Hari yang hadir ± 128 peserta, itu belum semua di Surabaya sendiri warga Sumba itu banyak. Untuk mempersiapkan acara ini waktunya tidak sampai satu bulan," jelasnya.

Dijelaskan, untuk kegiatan ini nanti yang di tampilkan menyanyi, menari, dance nyanyian lagu Sumba. Untuk budaya Sumba budaya kita kaya, dan tempat ikonik jadi pariwisata. Beragam budaya, baik tarinya, tenunnya sangat bagus, pemandangannya juga bagus. untuk makanannya sendiri di sana ya kebanyakan ikan laut yang hasilnya langsung dari laut.

"Harapannya, dengan menjalin keakraban satu sama lain menjaga persatuan persaudaraan warga Sumba. Ini kami adakan setiap 1 tahun sekali. Hanya waktu Covid saja kita tidak kumpul. Itu jedanya 2-3 tahun," terangnya.

Mommy Katrin Wimpie menambahkan, Sumba itu terkenal dengan berkuda di pantai (Horse Sunset). Pantainya yang indah karena Sumba itu terkenal seluruh dunia nomer satu terindah dari pantainya.

"Ayo ramai - ramai kita ke pulau Sumba, di sana terkenal apalagi dengan Sumba Timur. Kebanyakan kami semua orang Sumba Timur dari Waingapu," katanya.

Masih dengan Mommy, Waingapu terkenal dengan tenun ikatnya, tenun ikat Kombu yang sangat bagus, sangat terkenal seluruh dunia dan sangat mahal.

"Karena mereka menenun kain itu bisa setahun lebih, jadi memang betul - betul hasilnya seperti mami punya dress. Kain ini namanya kain kombu, ini motif orang Marapu karena Sumba itu terkenal dengan Sumba Timur tempat asal Mommy, karena memang Mommy berasal dari Waingapu Sumba Timur jadi terkenal dengan Sumba Marapu," urainya.

Kain tenun Kombu ini tidak panas kalau di pakai. Terkenal seluruh dunia seluruh designer, pasti tau ini tenun Sumba Timur yang paling bagus. Sumba Timur itu daratan Sumba itu ada empat yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, tukasnya.

Menurutnya, perjalanan ke Sumba kalau naik pesawat itu dari sini transit ke Denpasar dari Denpasar ke Waingapu itu satu jam setengah, kalau rumah adat di sana rumah panggung karena di sana masih banyak Raja, masih banyak kasta Raja.

"Jadi kalau ada kematian Raja, itu turis dari seluruh manca negara datang. Jadi kalau kematian Raja itu tidak langsung di makamkan, nanti bertahun-tahun dulu itu seluruh turis dari manca negara pasti datang turun di Sumba jadi mereka dari Bali langsung ke Sumba dari sukunya sendiri ya suku Sumba," pungkasnya.(4U)

Image