Sego Rongewu Gelar Bakti Sosial di Wonocolo, Camat: Provokasi Kebaikan Harus Terus Dilakukan

Reporter : Dani

abadinews.id,SURABAYA — Semangat berbagi dan membangun kepedulian sosial kembali diwujudkan komunitas Sego Rongewu melalui kegiatan bakti sosial di Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Minggu (20/9/2026).

 

Baca juga: Semangat Berbagi! Baksos'e Suroboyo Gelar Dokar Show, Warga Lakarsantri Nikmati Beragam Layanan

Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan warga tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan rutin Sego Rongewu yang selama ini terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Kota Surabaya.

 

Camat Wonocolo Musliq Hariadi mengatakan, kegiatan semacam ini memiliki nilai positif karena tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan semangat berbagi.

 

Menurut dia, kegiatan sosial tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang harus dilakukan oleh orang yang sudah memiliki kemampuan ekonomi berlebih.

 

"Provokasi itu tidak harus yang buruk. Kebaikan juga harus terus dipromosikan, diprovokasikan kepada teman-teman supaya hidup ini menjadi lebih baik dan semangat berbagi," ujar Musliq

 

Ia menilai, kegiatan Sego Rongewu juga memiliki efek berantai bagi masyarakat. Selain kegiatan senam bersama, warga dapat menikmati berbagai aktivitas lain, mulai dari cukur gratis, kegiatan untuk anak-anak, hingga kegiatan Dokar yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara.

 

"Ini multi efek.Ada senam, ada UKM, ada cukur juga. Ada kegiatan Dokar. Banyak manfaatnya untuk warga masyarakat," katanya.

 

Hariadi mengapresiasi konsistensi tim Sego Rongewu yang dinilai mampu menjaga keberlangsungan kegiatan sosial secara rutin.

 

Ia berharap kegiatan tersebut ke depan dapat melibatkan lebih banyak unsur masyarakat, termasuk kalangan pemuda dan komunitas lainnya.

 

"Terima kasih kepada tim Sego Rongewu. Sukses selalu, ditingkatkan terus dan diajak semuanya untuk berkolaborasi. Saya pikir ini bisa berkembang lebih luas lagi," ujar Musliq

 

Sementara itu, Ketua Sego Rongewu, Bambang Udi Ukoro, mengatakan kegiatan bakti sosial kali ini merupakan bagian dari komitmen komunitas untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 

"Alhamdulillah, hari ini, Minggu 20 September 2026, kami dari tim Segoro Rongewu melaksanakan bakti sosial di Kecamatan Wonocolo. Terima kasih kepada Pak Camat atas support dan dukungannya serta telah menghadirkan warga dalam pelaksanaan kegiatan ini," kata Bambang.

Baca juga: Antusiasme Warga Pakal Membludak,Sego Rongewu Bersama PT Terminal Petikemas Surabaya Sukses digelar

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut sehingga acara dapat berlangsung tertib, lancar, dan mendapat antusiasme masyarakat.

 

Bambang menegaskan, salah satu pesan utama yang ingin disampaikan Sego Rongewu melalui kegiatan tersebut adalah bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya atau memiliki kemampuan ekonomi berlebih.

 

"SegoRongewu memberikan edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat bahwa sedekah itu tidak harus menunggu kita kaya atau mampu," ujarnya.

 

Selain senam bersama, kegiatan di Wonocolo juga diisi lomba mewarnai untuk anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia untuk ikut terlibat.

 

Agenda Dokar yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan juga mendapat sambutan antusias dari warga.

Bambang mengatakan kegiatan kali ini merupakan episode ketiga dalam rangkaian putaran kegiatan Sego Rongewu di wilayah kecamatan se-Kota Surabaya.

 

Baca juga: Baksos'e Suroboyo Gandeng Kecamatan Lakarsantri Hidupkan Konsep DOKAR ala Pasar Tradisional

"Kegiatan ini episode ke-3, seri ke-30. Insya Allah bulan berikutnya menjadi yang terakhir untuk masuk episode ke-4 di putaran kecamatan se-Kota Surabaya," kata Bambang.

 

Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat terus memperluas jejaring kolaborasi antara komunitas, pemerintah wilayah, pemuda, pelaku usaha kecil, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

 

Menurut Bambang, keterlibatan banyak pihak menjadi penting agar gerakan sosial tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama untuk saling membantu.

 

Kegiatan Sego Rongewu di Wonocolo pun menjadi contoh bahwa aktivitas sosial dapat dikemas dalam suasana yang dekat dengan masyarakat. Senam, kegiatan anak-anak, layanan cukur, aktivitas pelaku usaha, hingga hiburan dan kegiatan komunitas dipadukan dalam satu ruang interaksi warga.

 

Semangat tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan bersama-sama.

 

Dengan semakin banyaknya komunitas dan warga yang terlibat, kegiatan bakti sosial diharapkan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga menumbuhkan budaya berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat Surabaya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru