abadinews.id,Blitar — Pengurus Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA) Mixed Martial Arts (MMA) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Tahun 2026. Bertempat di Hotel Permai kota Blitar.kamis(17/9/26)
Rakerprov tersebut mengusung tema “Berani Menang Terhormat”. Kegiatan ini menjadi momentum bagi jajaran pengurus IBCA MMA Jawa Timur untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi organisasi, sekaligus menyusun strategi pembinaan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga nasional dan internasional.
Baca juga: Pemkot Blitar Dukung Penuh Pelatda IBCA MMA Jatim, Siapkan Atlet Tangguh Berprestasi
Agenda tahunan ini difokuskan untuk membahas penguatan struktur organisasi, pemantapan regulasi, serta penyusunan program kerja strategis pembinaan atlet di wilayah Jawa Timur.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah persiapan atlet Jawa Timur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXXI Tahun 2028.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua IBCA MMA Jawa Timur, Arief Budi Prasetyo, S.H., M.H., mengatakan pembinaan atlet terus dimatangkan melalui berbagai agenda kompetisi dan pemusatan latihan. Menurut dia, rangkaian kejuaraan sepanjang 2026 menjadi bagian penting untuk mengukur perkembangan sekaligus memetakan potensi atlet Jawa Timur.
“Seluruh program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mempersiapkan atlet Jawa Timur agar mampu berprestasi pada berbagai event nasional maupun internasional,” ujar Arief.
Menurutnya, proses pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, kompetisi, evaluasi, pemusatan latihan, serta pencarian atlet potensial perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Salah satu agenda yang tengah dipersiapkan adalah Sirkuit 3 Piala Gubernur Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kota Blitar pada September 2026.
Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan seleksi atlet. Melalui kompetisi itu, pengurus dapat melihat perkembangan atlet sekaligus melakukan evaluasi terhadap kemampuan mereka sebelum menghadapi kejuaraan dengan level yang lebih tinggi.
Selain Sirkuit 3, Jawa Timur juga dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Divisi MMA pada Oktober 2026.
Namun, hingga kini lokasi pelaksanaan Kejurnas tersebut masih dalam pembahasan dan belum ditetapkan secara resmi.
Agenda internasional juga menjadi perhatian IBCA MMA Jawa Timur. Pada November 2026, sejumlah atlet Jawa Timur dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung di Abu Dhabi.
Rangkaian pertandingan di tingkat daerah, nasional, hingga internasional tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kualitas atlet. Hasil pertandingan akan digunakan sebagai bahan pemetaan kekuatan sekaligus menentukan program pembinaan berikutnya.
Untuk memperkuat kesiapan organisasi menghadapi agenda tersebut, Rakerprov juga menjadi ruang konsolidasi antara pengurus provinsi dengan jajaran pengurus IBCA MMA kabupaten/kota.
Forum tersebut membahas berbagai program kerja, terutama yang berkaitan dengan pembinaan olahraga prestasi. Program pembinaan diarahkan agar lebih terukur, terencana, dan berkelanjutan.
Selain persiapan kejuaraan, IBCA MMA Jawa Timur juga memberikan perhatian terhadap program pemusatan latihan daerah. Atlet-atlet Jawa Timur dipersiapkan mengikuti Puslatda KONI Jawa Timur sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON Bela Diri di Sulawesi Utara.
Baca juga: IBCA MMA Jatim Tancap Gas! Adu Wani Jadi Ajang Pembuktian Petarung Terbaik Nusantara
Program tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet Jawa Timur.
Arief menegaskan, semangat kemenangan harus menjadi energi bersama seluruh insan olahraga Jawa Timur. Namun, kemenangan tersebut harus diraih melalui proses pembinaan yang baik dan tetap menjunjung sportivitas.
“Tema yang kita usung bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen bersama bahwa Jawa Timur harus terus menjadi kekuatan utama olahraga nasional. Semangat menang harus tertanam dalam setiap proses pembinaan, mulai dari atlet, pelatih, pengurus, hingga seluruh stakeholder olahraga,” ujarnya.
Dalam Rakerprov, IBCA MMA Jatim juga membahas pentingnya evaluasi terhadap sistem pembinaan atlet. Setiap nomor pertandingan perlu dipetakan berdasarkan potensi prestasi sehingga program pembinaan dapat diarahkan secara lebih efektif.
Pendekatan berbasis prestasi tersebut dinilai penting untuk memastikan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara optimal.
Pembahasan lainnya mencakup penguatan program Puslatda, peningkatan frekuensi kompetisi, pencarian bibit atlet potensial dari berbagai daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga.
IBCA MMA Jatim juga mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga atau sport science dalam proses pembinaan.
Pendekatan ilmiah dinilai semakin penting dalam olahraga prestasi karena performa atlet tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik, tetapi juga membutuhkan pengelolaan program latihan, pemulihan, nutrisi, evaluasi performa, serta berbagai aspek pendukung lainnya.
Dengan sistem pembinaan yang lebih terintegrasi, IBCA MMA Jawa Timur berharap dapat mencetak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Porkab IBCA MMA Sidoarjo Meledak! Rivalitas 9 Camp Membara Demi Tiket Porprov 2027
Rakerprov 2026 sekaligus menjadi bagian dari langkah organisasi menyusun peta jalan pembinaan menuju PON 2028. Evaluasi dari setiap kompetisi sepanjang 2026 akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah pembinaan pada periode berikutnya.
Pengurus IBCA MMA kabupaten/kota yang hadir dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam proses pencarian dan pembinaan atlet dari tingkat daerah.
Dengan demikian, pembinaan tidak hanya terpusat pada atlet yang sudah memiliki prestasi, tetapi juga membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Arief mengatakan, konsistensi pembinaan menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan prestasi.
“Kami optimistis dengan pembinaan yang berkesinambungan, Jawa Timur dapat terus menjadi salah satu kekuatan utama MMA Indonesia,” tegasnya.
Melalui Rakerprov 2026, IBCA MMA Jawa Timur menargetkan seluruh program organisasi dapat berjalan lebih terarah. Mulai dari kompetisi daerah, Kejurnas, kejuaraan internasional, Puslatda, hingga persiapan jangka panjang menuju PON 2028.
Semangat “Berani Menang Terhormat” pun ditempatkan sebagai bagian dari komitmen pembinaan, bukan sekadar target hasil pertandingan. Prestasi diharapkan lahir dari proses yang disiplin, terukur, sportif, serta melibatkan kerja sama antara atlet, pelatih, pengurus dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Editor : Redaksi