Tak Akan Lelah Mengejar Matahari! MAKI Jatim Deklarasikan Perang Tanpa Henti Melawan Korupsi

Reporter : Dani

abadinews.id,Surabaya– Peringatan Hari Keadilan Internasional menjadi momentum penting bagi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur untuk kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Dengan mengusung semangat "Tak Akan Lelah Mengejar Matahari", MAKI Jatim menyatakan akan terus berada di garis terdepan dalam mengawasi jalannya proses hukum serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

 

Baca juga: MAKI Jatim Siap Bongkar Dugaan Mega Korupsi Dana Bergulir Bank UMKM Jatim, Klaim NPL Capai 73 Persen

Gerakan moral yang digelorakan MAKI Jatim mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang menaruh harapan besar terhadap tegaknya supremasi hukum di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi energi bagi organisasi untuk terus menyuarakan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam setiap langkah perjuangannya.

 

Di bawah kepemimpinan Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, organisasi ini secara konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi. Tidak hanya aktif menyampaikan aspirasi masyarakat, MAKI Jatim juga terus mendorong aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional, independen, dan tanpa pandang bulu dalam menangani setiap perkara.

 

Heru Satriyo menegaskan bahwa Hari Keadilan Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

 

"Semangat Tak Akan Lelah Mengejar Matahari"menggambarkan tekad kami untuk terus mencari dan memperjuangkan keadilan. Matahari adalah simbol harapan, kebenaran, dan cahaya yang menerangi negeri ini dari praktik-praktik korupsi. Selama masih ada ketidakadilan, kami tidak akan berhenti bersuara," tegas Heru.

 

Menurutnya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik, pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang layak. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa harus memiliki kepedulian dan keberanian untuk bersama-sama melawan praktik korupsi.

 

Baca juga: Aset Strategis Ponti Diduga Tak Dioptimalkan, MAKI Minta Kontrak PT SM Tbk Diputus

MAKI Jatim menilai bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan menjadi faktor penting untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bebas dari penyimpangan.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, MAKI Jatim terus aktif melakukan berbagai langkah pengawasan terhadap kebijakan publik, penggunaan anggaran negara, hingga mengawal berbagai dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian masyarakat. Organisasi ini juga terus membangun sinergi dengan berbagai pihak sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya antikorupsi di Jawa Timur.

 

Bagi Heru Satriyo, keadilan adalah cahaya yang tidak boleh padam. Selama masih ada masyarakat yang berharap terhadap tegaknya hukum, selama itu pula MAKI Jatim akan terus hadir menjadi bagian dari perjuangan.

 

Baca juga: Heru MAKI: Kasus FA Diduga Jadi "Tumbal", Bongkar Pecah Kongsi di Lingkaran Elite Kekuasaan

"Pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, tetapi merupakan gerakan moral seluruh rakyat Indonesia. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melaporkan dugaan penyimpangan, berani mengawasi penggunaan anggaran negara, serta bersama-sama menjaga integritas demi masa depan bangsa yang lebih baik," ujarnya.

 

Momentum Hari Keadilan Internasional, lanjut Heru, menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi membutuhkan konsistensi, keberanian, dan semangat yang tidak pernah padam. Dengan filosofi "Tak Akan Lelah Mengejar Matahari", MAKI Jatim menegaskan akan terus mengawal setiap proses penegakan hukum secara kritis, objektif, dan konstruktif.

 

Melalui semangat tersebut, MAKI Korwil Jawa Timur berharap lahir kesadaran kolektif di tengah masyarakat bahwa keadilan bukan sekadar cita-cita, melainkan hak setiap warga negara yang harus diperjuangkan bersama. Dengan kolaborasi antara masyarakat, aparat penegak hukum, dan pemerintah, cita-cita mewujudkan Indonesia yang bersih dari korupsi diyakini dapat semakin mendekati kenyataan.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru