abadinews.id, Surabaya - Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 kembali dihadapkan pada persoalan kesiapan sarana olahraga.Hingga kini, pembangunan sirkuit grasstrack yang diharapkan menjadi venue pembinaan sekaligus arena pertandingan belum juga terealisasi.
Baca juga: Bangkit! Ribuan Pecinta Otomotif Padati Gelora Bung Tomo, HJKS ke-733 Jadi Pesta Akbar Surabaya
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Ikatan Motor Indonesia (IMI) Surabaya. Ketua IMI Surabaya Samsurin menilai keberadaan sirkuit bukan hanya menjadi kebutuhan atlet, tetapi juga menjadi bagian penting dari kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov 2027.
Menurutnya, selama ini atlet balap motor harus berlatih di berbagai lokasi yang sifatnya sementara. Situasi itu dinilai kurang ideal untuk meningkatkan kualitas latihan maupun mempersiapkan atlet menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
"Kalau Surabaya ingin sukses prestasi sekaligus sukses sebagai penyelenggara Porprov, maka fasilitas olahraga harus dipastikan siap. Sirkuit grasstrack menjadi salah satu kebutuhan yang sudah lama dinantikan," ujarnya.
Ia mengungkapkan, komunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya sebenarnya telah beberapa kali dilakukan. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi pembangunan maupun lokasi yang akan digunakan sebagai sirkuit permanen.
Baca juga: Bendum IMI Surabaya Dukung Slalom Indonesia Motor Show 2026, Wadah Pembinaan Talenta Muda Otomotif
Padahal, waktu menuju Porprov 2027 semakin singkat. IMI berharap proses perencanaan dapat segera dipercepat agar atlet memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi dan menjalani program latihan di fasilitas yang representatif.
Selain untuk kepentingan Porprov, keberadaan sirkuit juga diyakini mampu menjadi pusat pembinaan atlet usia dini, tempat penyelenggaraan kejuaraan daerah hingga nasional, sekaligus wadah menyalurkan hobi otomotif secara aman dan terarah.
Ketua IMI Surabaya Samsurin menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya, KONI, maupun berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi terbaik. Yang dibutuhkan saat ini, menurutnya, adalah komitmen dan kepastian agar rencana pembangunan tidak berhenti sebatas wacana.
Baca juga: Ketua IMI Surabaya: Piala Wali Kota 2026 Akan Jadi Event Otomotif Paling Bergengsi di Kota Pahlawan
"Harapan kami sederhana, ada kepastian. Atlet membutuhkan tempat latihan yang layak, dan Surabaya membutuhkan fasilitas yang memadai untuk mendukung statusnya sebagai tuan rumah Porprov 2027," tegasnya.
IMI optimistis apabila seluruh pihak mampu membangun komunikasi yang baik dan bergerak cepat, persoalan tersebut masih dapat diselesaikan sebelum pesta olahraga terbesar di Jawa Timur itu digelar. Dengan demikian, Surabaya tidak hanya siap mengejar prestasi, tetapi juga mampu menghadirkan penyelenggaraan Porprov yang sukses dengan dukungan infrastruktur olahraga yang memadai.(Red)
Editor : Redaksi