abadinews.id,SURABAYA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menilai sektor ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan yang luas. Berangkat dari pengalaman nyata di lapangan, MAKI Jatim menggagas pembentukan Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur sebagai wadah bersama bagi seluruh pelaku industri kreatif di provinsi ini.
Baca juga: Ditengah Isu Hoaks, MAKI Jatim Pilih Tebar Kepedulian di Hari Raya Kurban
Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo menjelaskan, industri kreatif bukan sekadar menghasilkan karya seni atau hiburan, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang sangat besar. Salah satu contoh nyata terlihat saat Surabaya menjadi lokasi syuting film Zona Merah yang dibintangi oleh Luna Maya dan Lukman Sardi.
Menurutnya, di balik proses produksi sebuah film terdapat ratusan pekerja yang menggantungkan penghasilan dari industri tersebut. Mulai dari kru produksi, penata artistik, penata suara, kameramen, penata cahaya, tim konsumsi, transportasi, keamanan, hingga pelaku usaha mikro yang turut mendukung jalannya kegiatan syuting.
"Ketika sebuah produksi film hadir di daerah, manfaat ekonominya dirasakan banyak pihak. Bukan hanya artis atau rumah produksi, tetapi juga masyarakat sekitar yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Ini membuktikan bahwa ekonomi kreatif memiliki dampak yang sangat luas terhadap kesejahteraan masyarakat," ujar Heru pada wartawan.jumat(29/5/26)
Berangkat dari kenyataan tersebut, MAKI Jatim mendorong lahirnya Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur sebagai rumah besar yang mampu menyatukan berbagai profesi kreatif dalam satu wadah kolaborasi. Organisasi ini diharapkan menjadi tempat berhimpunnya para pekerja film, event organizer, musisi, fotografer, videografer, wedding organizer, content creator, pelaku seni pertunjukan, hingga pengusaha hiburan dan berbagai subsektor ekonomi kreatif lainnya.
MAKI Jatim menilai selama ini para pelaku industri kreatif memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, namun belum sepenuhnya mendapatkan perhatian yang proporsional. Padahal sektor tersebut terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda.
Baca juga: Koorwil MAKi Jatim Serukan Nilai Keikhlasan dan Kebersamaan di Idul Adha
Selain menjadi wadah komunikasi dan kolaborasi, Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur juga diharapkan dapat memperjuangkan berbagai kebutuhan pelaku industri kreatif, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses permodalan, perlindungan hukum, hingga dukungan regulasi yang berpihak pada pertumbuhan usaha kreatif.
MAKI Jatim menegaskan bahwa ekonomi kreatif harus dipandang sebagai sektor strategis yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, industri kreatif diyakini dapat berkembang lebih pesat serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: Skandal OTT Tulungagung Mengguncang Birokrasi Jatim, Dugaan Korupsi Sistematis Mulai Terbongkar
"Sudah saatnya para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan ruang yang lebih besar untuk berkembang. Mereka bukan hanya menciptakan karya, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi lokal, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," tegasnya.
Ke depan, MAKI Jatim berharap Masyarakat Ekonomi Kreatif Jawa Timur dapat menjadi kekuatan baru yang memperkuat ekosistem kreatif di Jawa Timur. Dengan kolaborasi yang solid dan dukungan kebijakan yang nyata, sektor ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Melalui inisiatif ini, MAKI Jatim ingin menghadirkan ekonomi yang lebih inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelaku usaha kreatif untuk berkembang serta berkontribusi dalam mewujudkan Jawa Timur yang semakin maju dan sejahtera.(Red)
Editor : Redaksi