Ribuan Mangrove Ditanam Di Wisata sontong laut,Pesisir Surabaya Diproyeksikan Lebih Asri

Reporter : Dani

abadinews.id, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Kecamatan Asemrowo bersama komunitas sosial Baksos’e Suroboyo, PT Terminal Petikemas Surabaya, serta berbagai elemen masyarakat menggelar aksi penanaman sekitar 3.000 bibit mangrove di kawasan Wisata Sontoh Laut, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendorong pengembangan wisata berbasis ekologi di wilayah Surabaya Barat.

 

Baca juga: Sinergi Asemrowo dan TPS Pelindo 3 Bersama Baksos'e Suroboyo,3000 Bibit mangrove Siap Ditanam

Aksi penghijauan tersebut melibatkan berbagai komunitas dan organisasi di Kota Surabaya, di antaranya Baksos’e Suroboyo, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Forum Surabaya Berdaya yang terdiri dari unsur LPMK dan tokoh masyarakat, AWS Kota Surabaya, serta Forum Lintas Komunitas. Dukungan juga datang dari kalangan akademisi seperti Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur yang menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pengembangan kawasan mangrove tersebut.

 

Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir, mengatakan kegiatan penanaman mangrove menjadi langkah awal untuk mengembangkan Kampung Wisata Sontoh Laut sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

“Alhamdulillah hari ini penanaman 3.000 bibit mangrove sudah terlaksana dengan baik bersama teman-teman dari instansi terkait, perguruan tinggi dan komunitas-komunitas. Ke depan kami akan mengembangkan Kampung Wisata Sontoh Laut dengan konsep penghijauan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Zoel tersebut.

 

Menurutnya, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif dan kewirausahaan berbasis digital. Pemerintah kecamatan juga menggandeng RT, RW, hingga Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) untuk menjadi penggerak edukasi lingkungan di tengah masyarakat.

 

“Kita ingin masyarakat merasa bahwa pemerintah hadir untuk mereka. RT, RW, dan LMK akan menjadi pemotor dalam mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga,” katanya.

 

Ia berharap kegiatan penanaman mangrove dapat menjadi agenda rutin tahunan yang terus berkembang dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi Kecamatan Asemrowo tetapi juga untuk Kota Surabaya secara keseluruhan.

 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, Muhammad Fikser, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam pembangunan berkelanjutan dan pelestarian kawasan pesisir Surabaya.

 

Baca juga: Gerakan Kolaboratif Peduli Lingkungan: Penanaman Mangrove Sambut Hari Bumi dan HJKS Surabaya

Menurut Fikser, Pemerintah Kota Surabaya akan terus mendorong kolaborasi multipihak atau konsep pentahelix dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

 

“Di Surabaya ini banyak kampus dan banyak orang peduli lingkungan. Tinggal bagaimana kita menjahit kekuatan itu menjadi satu sehingga bisa bekerja bersama menjaga kawasan ini,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya saat ini juga melakukan penataan kawasan pesisir dengan membongkar sejumlah bangunan yang dinilai mengganggu fungsi lingkungan dan mengembalikannya sesuai peruntukan kawasan hijau.

 

“Kita tidak boleh mengizinkan pembangunan yang merusak kawasan. Ada beberapa titik yang sekarang mulai dibongkar dan dikembalikan kepada fungsi lingkungannya,” tegasnya.

 

Baca juga: Keluarga Besar Baksos 'e Suroboyo Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berencana membagi kawasan penanaman mangrove ke dalam beberapa zona yang akan dikelola bersama stakeholder dan pelaku usaha. Mereka tidak hanya dilibatkan dalam proses penanaman, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perawatan tanaman hingga tumbuh optimal.

 

Konsep kolaboratif tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah kawasan penghijauan seperti Pagar Geser dan Taman Harmoni, di mana pelaku usaha ikut mengambil bagian dalam proses penghijauan dan pemeliharaan lingkungan.

 

“Pak Wali Kota membuka diri bagi siapa saja yang ingin membantu menanam dan merawat. Jadi tidak hanya pemerintah kota saja, tetapi semua pihak ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan,” tambah Fikser.

 

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya juga akan menyiapkan master plan penghijauan kawasan pesisir Asemrowo agar program penanaman mangrove dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu memperkuat ekosistem lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru