Situasi Memanas, Askot dan Askap Desak Kongres luar Biasa PSSI Jatim Segera Digelar

Reporter : Dani

abadinews.id,Surabaya – Situasi internal PSSI Jawa Timur kian memanas menyusul munculnya sejumlah kebijakan organisasi yang dinilai tidak sejalan dengan statuta serta prinsip tata kelola yang baik. Kondisi tersebut mendorong PSSI pusat untuk segera menggelar agenda Kongres luar biasa agar tidak menggangu agenda penting termasuk Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov).

Askot Surabaya bersama perwakilan Askot dan Askap se-Jawa Timur dan perwakilan Club sepakbola menggelar forum silaturahmi sepak bola sebagai langkah konsolidasi dan penyamaan sikap.

Baca juga: SK Pengurus PSSI Provinsi Jatim Terbit, Ketua PSSI Surabaya Soroti Kesesuaian Kewenangan Plt

 

Dalam forum yang digelar pada Minggu (1/5/2026), mayoritas peserta mendorong percepatan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) guna menyelesaikan polemik yang berkembang.

 

 

Calon Ketua umum PSSI Jawa Timur Raja Siahaan menegaskan bahwa percepatan kongres menjadi kebutuhan mendesak, namun tetap harus menghormati mekanisme organisasi. Ia menyebut Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Jawa Timur berencana mengirim surat ke PSSI pusat pada 5 Mei untuk meminta kepastian jadwal kongres.

 

“Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik. Tapi kita juga harus menunggu surat resmi ke pusat dan responsnya. Sesuai aturan, dalam 14 hari harus ada jawaban. Dari situ nanti kita pelajari langkah selanjutnya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, seluruh proses harus tetap berjalan kondusif agar kongres yang akan digelar nantinya dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi sepak bola Jawa Timur.

 

Sementara itu, Juru Bicara Forum Silaturahmi, Saiful Anwar, menilai akar persoalan bermula dari kebijakan Plt yang dinilai melanggar aturan organisasi, khususnya dalam penyusunan kepengurusan.

 

“Ini jelas menimbulkan pertanyaan besar. Sesuai statuta, seharusnya SK kepengurusan ditandatangani oleh ketua umum, bukan Plt. Ditambah lagi adanya Plt di tingkat kabupaten/kota, ini semakin memperkeruh situasi,” tegasnya.

 

Baca juga: 70 Klub Ambil Bagian di Piala Soeratin U-17 PSSI Jatim 2025 ,Terbanyak di Seluruh Indonesia

Menurutnya, solusi paling tepat adalah segera menggelar kongres pemilihan ketua definitif. Ia mengingatkan, jika KLB tidak segera dilaksanakan, gelombang protes akan semakin besar, bahkan berpotensi mengarah pada aksi massa ke Jakarta.

 

“Kalau tidak segera digelar, kami tidak bisa menahan keinginan teman-teman untuk bergerak ke Jakarta. Ini serius, karena menyangkut masa depan sepak bola Jawa Timur,” tambahnya.

 

Forum juga menyoroti potensi dampak luas jika konflik tidak segera diselesaikan, termasuk ancaman boikot terhadap kompetisi sepak bola yang bisa merembet ke futsal hingga sepak bola putri.

 

Dalam pertemuan tersebut, peserta juga menyepakati rencana aksi ke Jakarta sebagai bentuk tekanan moral kepada PSSI pusat. Diperkirakan ribuan massa akan diberangkatkan, dengan dukungan puluhan bus.

 

Baca juga: Djoko Tetuko Kembali Ditunjuk Jadi Plt Sekretaris Asprov PSSI Jatim.

Manager Persepam (Persatuan Sepak Bola Kabupaten Pamekasan) Abdul Rosyad menyebutkan, setiap Askot dan Askap siap mengirim sekitar 200 orang. Jika dikalkulasikan dari lebih dari 40 perwakilan, jumlah massa bisa mencapai ribuan orang.

 

“Kami ingin sepak bola maju dan tidak ada lagi kesalahan yang dilakukan Plt. Karena itu, kami sepakat untuk bergerak ke Jakarta agar ada kepastian pelaksanaan kongres,” ujarnya.

 

Desakan ini semakin menguat mengingat proses pencalonan ketua sebelumnya telah berjalan, bahkan hanya satu kandidat yang mendaftar. Namun, penundaan berulang serta munculnya kebijakan Plt dinilai justru memperkeruh situasi organisasi.

 

Forum berharap PSSI pusat segera memberikan kepastian jadwal kongres agar polemik di Jawa Timur tidak berlarut-larut dan stabilitas organisasi dapat kembali terjaga.(Red) 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru