Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Hadiri Mujahadah Kubro Harlah ke-100 NU di Kota Malang

Reporter : Dani

abadinews.id,Malang – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menghadiri kegiatan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu sore.Minggu(7/2/26)

 

Baca juga: Komitmen Pemerintah Perkuat Pengembangan Atlet Muda melalui Pendidikan Terintegras 

Mujahadah Kubro tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan satu abad berdirinya NU dan dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan data panitia pelaksana, jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 104.000 orang menjelang pelaksanaan kegiatan dan diperkirakan sekitar 105.000 jamaah memadati area Stadion Gajayana hingga acara berlangsung.

 

Antusiasme jamaah terlihat sejak pagi hari. Ribuan peserta datang ke Kota Malang menggunakan lebih dari seribu unit bus, serta ribuan kendaraan pribadi lainnya. Kondisi ini menjadikan Mujahadah Kubro Harlah ke-100 NU sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar yang pernah digelar di wilayah Malang Raya, baik dari sisi jumlah peserta maupun skala pelaksanaannya.

 

Baca juga: Jatim Konsisten Terdepan SNBP, Musrenbang 2027 Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah dan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Momentum ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

 

Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat karakter bangsa melalui nilai-nilai moderasi, toleransi, dan persatuan yang selama ini dijaga oleh NU. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan, yang menempatkan akhlak, kebangsaan, dan spiritualitas sebagai fondasi utama.

Baca juga: Revitalisasi Sekolah di Sidoarjo Diresmikan,Komitmen Jatim Wujudkan Pendidikan Layak dan Inklusif

 

Mujahadah Kubro Harlah ke-100 NU tidak hanya menjadi ruang doa dan refleksi spiritual, tetapi juga wadah konsolidasi kebangsaan yang mempertemukan ulama, umara, dan masyarakat dalam satu ikhtiar bersama. Melalui kegiatan ini, NU kembali menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih kuat, berdaulat, dan berkeadaban.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru