abadinews.id,Malang - Usai pelaksanaan Mujahadah Kubro dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengajak seluruh insan pendidikan di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Malang Raya untuk bergotong royong membersihkan Stadion Gajayana Kota Malang beserta area sekitarnya.
Baca Juga: Kepala Dindik Jatim Tinjau Sarana SMAN 1 Grogol Kediri, Tekankan Kerapian dan Profesionalisme
Kegiatan Mujahadah Kubro yang digelar di Stadion Gajayana tersebut dihadiri sekitar 105 ribu jamaah, menjadikannya salah satu kegiatan keagamaan berskala besar di Jawa Timur. Sebagai bentuk tanggung jawab bersama, aksi bersih-bersih dilakukan segera setelah acara berakhir guna memastikan fasilitas umum kembali dalam kondisi bersih, rapi, dan nyaman digunakan.
Aksi gotong royong ini melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari guru, murid, kepala sekolah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin), hingga seluruh staf Cabdin Malang Raya. Mereka bahu-membahu bersama petugas kebersihan dan relawan, membersihkan area tribun, lapangan, hingga akses jalan di sekitar stadion.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat bagi seluruh warga sekolah.
Baca Juga: Kadisdik Jatim Tekankan Disiplin Digital Saat Tinjau Pembelajaran di SMAN 1 Kediri
“Kegiatan besar harus diikuti dengan tanggung jawab bersama. Ini bagian dari pembelajaran karakter, bahwa menjaga kebersihan dan lingkungan adalah kewajiban kita semua,” ujar Aries.
Menurutnya, keterlibatan langsung insan pendidikan dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana nyata untuk menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Kadisdik Jatim Tinjau SMAN 7 Surabaya, Pastikan Kualitas Pembelajaran Optimal
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap insan pendidikan dapat menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam menjaga fasilitas umum, terutama setelah digunakan untuk kegiatan berskala besar. Selain itu, aksi ini juga mencerminkan komitmen dunia pendidikan dalam mendukung terselenggaranya kegiatan keagamaan nasional tanpa meninggalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Aksi gotong royong pasca-Mujahadah Kubro ini sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat, serta menegaskan bahwa kesuksesan sebuah acara tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan sekitar. (red)
Editor : Redaksi