Juara Umum Kejurprov, FAJI Surabaya Bidik Prestasi di Kejurnas FAJI 2026

Reporter : Dani

abadinews.id, Surabaya – Prestasi gemilang yang diraih pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) menjadi modal penting bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Surabaya untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional. Setelah keluar sebagai juara umum di Kabupaten Jombang, kontingen FAJI Surabaya kini bersiap membawa nama Jawa Timur pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FAJI 2026 yang akan berlangsung di Sungai Ayung, Bali, 23–28 September 2026.

 

Baca juga: Jelang Porprov 2027, Tim Floorball Adu Strategi di Surabaya Rising Champion

 Kejurprov di Jombang menjadi salah satu tolok ukur kesiapan atlet Surabaya sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat di tingkat nasional. Dalam ajang tersebut, FAJI Surabaya tampil dominan dengan mengoleksi 15 medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

 

 Capaian tersebut sekaligus menjadi tiket bagi sejumlah atlet Surabaya untuk melanjutkan kiprah ke Kejurnas FAJI 2026.

 

 Ketua FAJI Surabaya, Afif Zuchri, mengatakan hasil yang diraih di Jombang memberikan gambaran mengenai potensi atlet yang dimiliki Surabaya. Menurut dia, Kejurprov juga menjadi bagian dari proses untuk menentukan atlet yang dipersiapkan tampil di level nasional.

 

 "Kejuaraan di Jombang menjadi salah satu dasar bagi kami untuk melangkah ke Kejurnas di Bali," kata Afif.

 

 Pada Kejurnas FAJI 2026, Surabaya akan ambil bagian dalam empat kategori, yakni Youth Putra, Junior Putri, Open Putra, dan Open Putri. Untuk menghadapi kejuaraan tersebut, sekitar 30 atlet dipersiapkan memperkuat kontingen.

 

 Komposisi tim yang dibawa ke Bali tidak sepenuhnya berasal dari atlet Surabaya. FAJI Surabaya juga menambah kekuatan dengan melibatkan atlet dari sejumlah daerah lain, di antaranya Gresik dan Kota Malang.

 

 Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan tim yang lebih kompetitif. Persaingan di Kejurnas dipastikan menghadirkan tim-tim dari berbagai daerah dengan kualitas atlet yang beragam. Karena itu, kesiapan teknis, pengalaman bertanding, serta kemampuan beradaptasi dengan karakter sungai menjadi faktor yang penting.

 

 Bagi FAJI Surabaya, Kejurnas di Bali juga tidak hanya dipandang sebagai arena untuk mengejar medali. Ajang tersebut memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga Jawa Timur berikutnya, khususnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan.

 

 Surabaya sendiri bakal mendapat tugas sebagai tuan rumah Porprov. Kondisi tersebut membuat persiapan atlet menjadi perhatian penting. FAJI Surabaya ingin memanfaatkan pengalaman bertanding di Bali sebagai bagian dari proses pemantauan sekaligus seleksi atlet yang berpotensi memperkuat kontingen Surabaya pada Porprov.

 

 Dengan demikian, hasil di Kejurnas nantinya tidak hanya dilihat dari jumlah medali yang berhasil dibawa pulang. Performa setiap atlet juga akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan mereka serta menentukan komposisi tim yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov.

 

Baca juga: PBVSI Jatim Perkuat Pembinaan Atlet dan Siapkan Beragam Kejuaraan Bola Voli

 "Kami berharap Kejurnas ini bisa menjadi bagian dari proses seleksi dan pemantapan atlet untuk Porprov tahun depan. Surabaya tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga sukses dalam prestasi," ujar Afif.

 

 Menurut FAJI Surabaya, kesempatan tampil di kompetisi nasional sangat penting bagi perkembangan atlet. Persaingan dengan peserta dari berbagai daerah memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan kompetisi di tingkat provinsi.

 

 Atlet akan dituntut mampu menjaga konsistensi performa, bekerja sama dalam tim, serta beradaptasi dengan kondisi lintasan dan sungai yang dihadapi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi atlet untuk menghadapi kompetisi berikutnya dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi.

 

 Selain menjadi bagian dari persiapan Porprov, Kejurnas FAJI 2026 juga diarahkan untuk mendukung pembinaan jangka panjang atlet arung jeram di Jawa Timur. Atlet-atlet muda yang menunjukkan perkembangan dan potensi akan terus dipantau untuk mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

 

 Program tersebut penting untuk memastikan regenerasi atlet tetap berjalan. Atlet dari kelompok Youth dan Junior diharapkan tidak hanya menjadi pelapis, tetapi secara bertahap mampu naik ke level Open dan menjadi bagian dari kekuatan utama arung jeram Jawa Timur.

 

 Dalam jangka lebih panjang, pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan atlet menuju agenda olahraga yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT.

Baca juga: Arderio Hukom Sambangi Puslatcab Akuatik Surabaya, 20 Emas Jadi Modal Tatap Porprov 2027

 

 FAJI Surabaya berharap pengalaman bertanding di Kejurnas dapat menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan atlet menuju level tersebut. Semakin sering atlet berhadapan dengan kompetisi berkualitas, semakin banyak pula pengalaman yang bisa dikumpulkan untuk meningkatkan kemampuan dan mental bertanding.

 

 Tidak berhenti pada level nasional, pembinaan yang dilakukan juga diharapkan membuka peluang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang hingga mampu bersaing di ajang internasional.

 

 Karena itu, Kejurnas FAJI 2026 di Sungai Ayung, Bali, menjadi lebih dari sekadar agenda kompetisi. Bagi FAJI Surabaya, kejuaraan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang menghubungkan prestasi di tingkat provinsi, persiapan Porprov, hingga target jangka panjang menuju kompetisi nasional dan internasional.

 

 Dengan modal 15 emas, dua perak, dan satu perunggu dari Kejurprov, FAJI Surabaya kini membawa ekspektasi sekaligus tantangan baru ke Bali. Performa di Sungai Ayung akan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan mereka di tengah persaingan nasional, sekaligus bagi tim pelatih dan pengurus untuk memetakan kekuatan yang akan dipersiapkan menghadapi agenda olahraga berikutnya.

 

 Target akhirnya bukan hanya mempertahankan tradisi prestasi, tetapi juga memastikan munculnya atlet-atlet baru yang mampu menjadi kekuatan Surabaya dan Jawa Timur di masa mendatang.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru