Prof Siswanto: Malam 1 Suro Merupakan Momen Sakral yang Perlu Dilestarikan

Reporter : Dani

abadinews.id,Surabaya – Ketua Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI), Prof. Siswanto, menyampaikan pandangannya terkait peringatan malam 1 Suro yang bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026.

Saat ditemui di kantor LRPPN-BI yang beralamat di Jalan Khairil Anwar Nomor 23, Darmo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Prof. Siswanto mengatakan bahwa peringatan 1 Suro merupakan momen spiritual yang memiliki nilai historis, budaya, dan keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa.

Baca juga: Komunitas Media Selatan Keras Gandeng LRPPN-BI Bagikan 500 Takjil di Jalan Diponegoro

Menurutnya, perayaan datangnya 1 Suro tidak hanya menjadi bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

“Bagi umat Islam di seluruh dunia, pergantian Tahun Baru Islam merupakan momen yang sangat penting. Sementara bagi masyarakat Jawa, malam 1 Suro memiliki nilai sakral sebagai bagian dari budaya bangsa yang diwariskan oleh para leluhur dan perlu terus dilestarikan,” ujar Prof. Siswanto, Senin (15/6/2026).

 

Prof. Siswanto menambahkan, peringatan malam 1 Suro hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat hubungan kekeluargaan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menjadikan malam 1 Suro sebagai ajang kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian berlebihan. Sebaliknya, momentum tersebut dapat diisi dengan kegiatan positif bersama keluarga di rumah.

Baca juga: LRPPN-BI Surabaya Bantah Hoaks Residen DG Bebas Dua Hari, Tegaskan Masih Jalani Rehabilitasi

“Memperingati malam 1 Suro diusahakan jangan sampai keluar rumah. Kalau bisa dirayakan di rumah bersama keluarga untuk lebih mempererat tali persaudaraan antaranggota keluarga,” tegasnya.

Menurut Prof. Siswanto, kebersamaan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjadi benteng awal dalam mencegah berbagai pengaruh negatif di lingkungan masyarakat.

 

Baca juga: Tepis Isu Liar, LRPPN-BI Pastikan Rehabilitasi Pasien DG Sesuai SOP TAT BNN dan Masih Berjalan

Peringatan malam 1 Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan antara nilai budaya dan ajaran agama. Tradisi yang diwariskan oleh para leluhur diharapkan tetap dapat dijalankan secara positif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Prof. Siswanto berharap masyarakat dapat menyambut Tahun Baru Islam dengan penuh rasa syukur, memperbanyak doa, meningkatkan ibadah, serta memperkuat keharmonisan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Semoga momentum 1 Suro dan Tahun Baru Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru