abadinews.id, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di pasar kerja internasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi melepas sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri.
Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Jatim Perkuat Sinergi Bersama Kacabdin se-Jawa Timur
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam sejarah pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. Tidak hanya sebagai seremoni pelepasan tenaga kerja, acara ini juga menandai peluncuran resmi program inovatif Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) pada jenjang SMK yang digagas untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri global.
Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) dirancang sebagai model pendidikan vokasi yang terintegrasi antara pembelajaran di sekolah dengan pelatihan kerja internasional. Melalui program ini, siswa SMK dipersiapkan sejak dini, mulai dari penguatan kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing, pembentukan karakter disiplin, hingga kesiapan mental untuk bekerja di luar negeri.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja profesional di berbagai negara menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh generasi muda Indonesia, khususnya lulusan SMK di Jawa Timur. Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menjawab tantangan zaman dengan mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing secara global.
Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur selama ini terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui berbagai kerja sama internasional, peningkatan kualitas guru, serta penyesuaian kurikulum berbasis kebutuhan industri dunia. Ia berharap para lulusan yang diberangkatkan dapat menjadi duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja global. Menurutnya, program ini menjadi salah satu contoh nyata transformasi pendidikan vokasi yang mampu menghadirkan solusi terhadap tantangan ketenagakerjaan nasional.
Baca juga: Aries Agung Paewai Apresiasi Dedikasi Guru dalam PROTEG 2026
Ia menekankan bahwa lulusan SMK dan LKP harus memiliki kompetensi unggul, kemampuan komunikasi internasional, serta etos kerja tinggi agar mampu bersaing dan dipercaya oleh perusahaan-perusahaan luar negeri.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) merupakan bentuk inovasi pendidikan berbasis kebutuhan nyata pasar kerja internasional. Program tersebut diharapkan menjadi model nasional dalam pengembangan SMK berbasis global employment.
Baca juga: Guru Ahli Utama Dilantik, Disdik Jatim Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Menurut Aries, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga pembinaan budaya kerja, kedisiplinan, serta pelatihan bahasa asing intensif seperti Jepang, Korea, Inggris, hingga Mandarin sesuai negara tujuan kerja.
Pelepasan ribuan lulusan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Jawa Timur terus bergerak menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi unggulan di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah pusat, dunia industri, dan lembaga pelatihan profesional, lulusan SMK dan LKP diharapkan mampu menjadi tenaga kerja kompeten yang membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara.
Program ini juga diharapkan mampu membuka jalan bagi semakin banyak generasi muda Indonesia untuk meraih masa depan lebih baik melalui kesempatan kerja profesional di berbagai negara.(Red)
Editor : Redaksi