abadinews.id,Surabaya– Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 kegiatan tanam pohon mangrove yang di adakan pada 10 Mei mendatang, Kecamatan Asemrowo bersama Baksos e dan PT Terminal peti kemas Surabaya dan juga sejumlah pihak menggelar Rapat terkait aksi bakti sosial berupa penanaman sekitar 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir tersebut.Rabu(29/4/26)
Baca juga: Gerakan Kolaboratif Peduli Lingkungan: Penanaman Mangrove Sambut Hari Bumi dan HJKS Surabaya
Camat Asemrowo,Mohammad Zulchaidir menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui gerakan kolaboratif bersama masyarakat. Hal ini disampaikannya saat berdiskusi dengan berbagai elemen komunitas, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di kawasan wisata sontong laut
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Penanaman mangrove ini diharapkan mampu menahan abrasi dan erosi, sekaligus menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari,” ujar Zulchaidir pada saat wawancara bersama awak media
Ia menjelaskan, kawasan wisata sontong laut yang dikenal sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat akan terus dikembangkan melalui pendekatan penghijauan dan pemberdayaan warga. Upaya ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ke depan, kawasan ini akan kita dorong menjadi lebih baik lagi. Melalui penghijauan dan pemberdayaan, pelaku UMKM di sekitar lokasi diharapkan bisa naik kelas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Zulchaidir juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam pelaksanaannya.
“Kami melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas, relawan, hingga dukungan dari TNI dan Polri. Kolaborasi ini penting agar kegiatan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Menurutnya, semangat gotong royong dan sinergitas antar elemen masyarakat akan terus dijaga demi mewujudkan visi Pemerintah Kota Surabaya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan nyaman.
“Harapannya, wilayah Surabaya bisa menjadi tempat yang ideal untuk hunian, bekerja, berusaha, hingga pendidikan. Semua itu dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Baca juga: Keluarga Besar Baksos 'e Suroboyo Gelar Halal Bihalal, Pererat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Koordinator penanaman bibit mangrove, Mafud, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 3.000 bibit mangrove untuk kegiatan penanaman yang akan digelar dalam waktu dekat.
Ia menjelaskan, terkait teknis pelaksanaan kegiatan masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan, mengingat kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur.
“Kami masih akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas teknis pelaksanaan, karena kegiatan ini melibatkan banyak pihak. Selain itu, kami juga menggandeng pelaku UMKM agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Istilahnya dalam bahasa Jawa, ‘gawe’ atau membawa dampak positif bagi warga,” ujarnya.
Baca juga: Ramadhan 1447 H, Baksos’e Suroboyo Santuni Anak Yatim Lewat Sahur Bersama di Kelurahan Sawunggaling
Mafud menambahkan, bibit mangrove yang akan ditanam berasal dari Terminal Petikemas dan saat ini dalam kondisi siap digunakan. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bermitra dengan pihak Pelindo dalam penyediaan bibit tersebut.
“Total bibit yang kami siapkan sebenarnya mencapai sekitar 10.000, namun untuk kegiatan pada tanggal 10 Mei nanti akan ditanam sekitar 3.000 bibit di beberapa titik lokasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga akan melibatkan berbagai organisasi sosial dan komunitas di Surabaya, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai ratusan orang.(Red)
Editor : Redaksi