Wakili Gubernur Jatim, Aries Agung Paewai Buka Peluang Kolaborasi di PSBM XXVI

Reporter : Dani

abadinews.id,Makasar - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mewakili Gubernur Jawa Timur menghadiri pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar XXVI yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Kegiatan tersebut digelar di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

 

Baca juga: Aries Agung Paewai Tekankan Transformasi Kepemimpinan bagi 128 Kepala UPT Satuan Pendidikan Baru

Acara yang berlangsung meriah ini menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat jejaring ekonomi dan silaturahmi antar saudagar Bugis-Makassar dari berbagai wilayah di Indonesia maupun mancanegara. Kehadiran para tokoh nasional, pengusaha, serta perwakilan pemerintah daerah menunjukkan besarnya perhatian terhadap peran strategis komunitas saudagar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Dalam sambutannya, Aries Agung Paewai menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, forum seperti PSBM bukan sekadar ajang temu kangen atau silaturahmi tahunan, melainkan ruang strategis yang mampu mempertemukan ide, gagasan, serta peluang kerja sama konkret antar pelaku usaha.

 

Menurutnya, jejaring saudagar Bugis-Makassar telah terbukti memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Ia menambahkan bahwa karakter saudagar yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.

 

“Tema ‘Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh’ sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kita membutuhkan pelaku usaha yang tidak hanya kuat secara individu, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Aries menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dengan para pelaku usaha. Ia berharap melalui forum ini akan lahir berbagai inisiatif kerja sama yang dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia yang juga Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, sebagai keynote speaker.

Baca juga: Momen Syawal, Kadindik Jatim Tebar Keakraban di SMA Komplek Surabaya

 

Dalam paparannya, Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa peran saudagar sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada sektor pangan dan perdagangan. Ia menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia jika didukung oleh pelaku usaha yang inovatif dan berdaya saing tinggi.

 

Ia juga mengajak para saudagar untuk memanfaatkan kemajuan teknologi digital sebagai alat untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha. “Kita harus bergerak cepat, adaptif, dan mampu membaca peluang. Digitalisasi adalah kunci untuk memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar global,” tegasnya.

 

Pertemuan PSBM XXVI ini juga diisi dengan berbagai agenda strategis, seperti forum bisnis, diskusi panel, serta sesi networking yang mempertemukan pelaku usaha lintas sektor. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun koneksi baru, menjajaki peluang investasi, serta berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha.

Baca juga: Rapat Daring Disdik Jatim Rumuskan Strategi Hemat Energi di Tengah Isu Global

 

Selain itu, rangkaian Halal Bi Halal KKSS turut memberikan nuansa kekeluargaan yang kental dalam kegiatan ini. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional antar anggota, memperkuat solidaritas, serta meneguhkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas komunitas Bugis-Makassar.

 

Kehadiran perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, khususnya dalam sektor perdagangan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai langkah konkret yang dapat memperkuat peran saudagar sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.(Red)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru