abadinews.id,Surabaya – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyampaikan berbagai gagasan, arah kebijakan strategis, serta prioritas pembangunan pendidikan dalam Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang diselenggarakan di Surabaya, Senin (9/3).
Baca juga: Kadisdik Jatim Tekankan Disiplin Digital Saat Tinjau Pembelajaran di SMAN 1 Kediri
Forum Perangkat Daerah ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam merumuskan program dan kegiatan strategis sektor pendidikan di Jawa Timur pada tahun mendatang. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha dan industri, hingga unsur masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kemajuan pendidikan.
Melalui forum ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur membuka ruang dialog, masukan, serta penyelarasan program agar arah pembangunan pendidikan ke depan dapat berjalan lebih terarah, terintegrasi, serta menjawab berbagai tantangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewa dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa sektor pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan pendidikan harus dilakukan secara matang, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
"Dalam paparan yang disampaikan pada forum tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menyoroti sejumlah fokus kebijakan utama yang akan menjadi prioritas dalam Renja Tahun 2027. Fokus pertama adalah penguatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan kurikulum yang adaptif, serta pengembangan metode pembelajaran yang mendorong kreativitas, berpikir kritis, dan karakter peserta didik.ujarnya
Selain itu, transformasi digital pendidikan juga menjadi salah satu agenda penting dalam pembangunan pendidikan Jawa Timur. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran, meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, serta mendukung sistem manajemen pendidikan yang lebih modern dan transparan.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, berbagai langkah akan terus dilakukan untuk memperkuat kemitraan antara sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk dalam pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri serta peningkatan kualitas praktik kerja lapangan bagi siswa.
Di samping itu, pengembangan talenta peserta didik juga menjadi bagian penting dalam kebijakan pendidikan Jawa Timur ke depan. Berbagai program pengembangan minat, bakat, dan prestasi siswa akan terus diperkuat agar potensi generasi muda Jawa Timur dapat berkembang secara optimal di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
Baca juga: Kadisdik Jatim Tinjau SMAN 7 Surabaya, Pastikan Kualitas Pembelajaran Optimal
Pemerataan akses pendidikan juga menjadi isu penting yang dibahas dalam forum ini. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan layanan pendidikan agar seluruh anak di Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, tanpa terkendala oleh faktor geografis, sosial, maupun ekonomi.
Upaya pemerataan ini dilakukan melalui berbagai program, antara lain penguatan layanan pendidikan di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta dukungan berbagai program afirmasi bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Forum Perangkat Daerah ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan program pendidikan provinsi dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, program-program yang dirancang dapat berjalan selaras dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat, Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Surabaya Kian Masif
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menilai bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga pendidik, lembaga pendidikan, dunia usaha dan industri, hingga masyarakat luas.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, serta responsif terhadap perubahan zaman. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan pendidikan di Jawa Timur diharapkan dapat berjalan lebih cepat, merata, dan berkelanjutan.
Melalui berbagai arah kebijakan dan langkah strategis yang dirumuskan dalam Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Renja Tahun 2027 ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur optimistis dapat terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk melahirkan generasi muda Jawa Timur yang unggul, berkarakter, berintegritas, serta memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.(Red)
Editor : Redaksi