abadinews.id,Surabaya - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menguji langsung 15 kandidat calon Kepala SMAN Taruna Provinsi Jawa Timur dalam tahapan Penilaian Pemantauan Akhir (Pantukhir). Kegiatan tersebut berlangsung secara intensif dan terstruktur sebagai bagian dari proses seleksi kepemimpinan strategis di lingkungan pendidikan menengah unggulan di Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: SMKN 3 Surabaya Sembelih 6 Hewan Kurban, Kadindik Jatim Tinjau Langsung Pelaksanaan Iduladha
Sebanyak 15 kandidat yang mengikuti tahapan akhir ini berasal dari berbagai unit kerja dan sekolah di Jawa Timur. Keberagaman latar belakang tersebut mencerminkan proses seleksi yang terbuka, transparan, dan kompetitif. Seleksi dibagi ke dalam tiga sesi, dengan masing-masing sesi diikuti lima kandidat. Dalam setiap sesi, para peserta diuji secara langsung oleh Kepala Dinas guna memastikan kualitas, integritas, serta kesiapan mereka memimpin sekolah berbasis ketarunaan tersebut.
Pada tahap Pantukhir, Aries Agung Paewai mengajukan berbagai pertanyaan mendalam yang mencakup aspek akademik maupun nonakademik. Ia menggali kemampuan kandidat dalam merancang strategi peningkatan mutu pembelajaran, penguatan literasi dan numerasi, serta inovasi pendidikan berbasis teknologi. Tidak hanya itu, para kandidat juga diuji terkait visi kepemimpinan, komitmen terhadap pembentukan karakter peserta didik, serta strategi membangun budaya disiplin dan semangat kebangsaan yang menjadi ciri khas sekolah Taruna.
Menurut Aries, kepala sekolah Taruna tidak hanya dituntut memiliki kompetensi manajerial yang kuat, tetapi juga harus mampu menjadi figur teladan. Kepemimpinan di lingkungan Taruna, lanjutnya, memerlukan integritas, ketegasan, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan seluruh unsur sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dan mitra eksternal.
Baca juga: Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan LAN RI Bahas Penguatan Kapasitas di Era Digital
Pendekatan seleksi yang dilakukan secara langsung oleh Kepala Dinas ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan kualitas kepemimpinan sekolah. Aries menekankan bahwa kepala sekolah merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan. Dari kepemimpinan yang kuat dan visioner, akan lahir budaya sekolah yang positif, lingkungan belajar yang kondusif, serta sistem pembinaan karakter yang konsisten.
Selain menggali visi dan strategi, proses Pantukhir juga menilai kesiapan kandidat dalam mengelola tantangan nyata di lapangan, seperti penguatan kedisiplinan siswa, peningkatan prestasi akademik dan nonakademik, serta pembangunan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Kandidat diminta memaparkan rencana kerja konkret dan terukur untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca juga: Jatim Perkuat SDM Global, 3.000 Lulusan SMK dan 600 LKP Siap Kerja ke Luar Negeri
Proses seleksi yang objektif dan berintegritas ini diharapkan mampu melahirkan kepala sekolah Taruna yang tidak hanya unggul dalam tata kelola, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan membangun ekosistem pendidikan yang sehat. Sekolah Taruna diharapkan menjadi model pendidikan karakter yang mampu mencetak generasi muda yang tangguh, berdaya saing global, serta berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
Dengan berakhirnya tahapan Pantukhir, proses seleksi memasuki fase penentuan akhir. Hasilnya akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepemimpinan pendidikan di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi optimistis, melalui seleksi yang ketat dan komprehensif ini, akan terpilih sosok kepala sekolah yang mampu membawa SMAN Taruna Provinsi Jawa Timur semakin berprestasi dan menjadi kebanggaan masyarakat.(Red)
Editor : Redaksi